Persepsi Yang salah Terhadap Syiah


Persepsi Yang salah terhadap Syiah.
Salam alaikum sobat Ruang, pada kesempatan yang berhagia ini, masih dalam suasan Lebaran, saya kembali berbagi sebuah video dari Quraish Shihab yang menjelaskan secara gamblang, tentang kelompok Syiah, seperti apa syiah yang sebenarnya, yang akhir akhir ini ramai diberitakan, dan di cap SESAT oleh beberapa kelombok orang, termasuk saya dulunya.

Ternyata kita memang tidak bisa melihat syiah secara keseluruhan hanya dari satu sekte saja, sementara di dalam syiah sendiri terdapat begitu banyak faham dan mazhab-mazhab yang berbeda, bahkan bertentangan. Oleh karena itu melalui postingan ini saya mengajak kita semua untuk tidak ikut-ikutan mengecap sesat total kelompok syiah seperti yang ramai di lontarkan oleh orang orang awam belakangan ini, saya takut kejadian di suriah dan libya belakangan hari terjadi di indonesia, karna sekarang saja, banyak cendikiawan muslim dan ulama ulama NU dan muhammadiyah di anggap Pro syiah, sementara dibenak masyarakat, Syiah berarti sesat dan mesti dimusnahkan.

Ulama Sunni Aswaja seperti Syekh Al Buthi Al-Buti dibunuh karena difitnah sebagai Syi’ah. Ulama Sunni lainnya Syaikh Hassan Saifuddin (80 tahun) secara brutal dipenggal kepalanya di bagian utara Kota Aleppo oleh sekelompok militan yang dibekingi pihak asing dan menyeret tubuhnya di jalanan. Kepalanya ditanam di menara sebuah masjid yang biasa digunakan untuk berkhotbah. Banyak Ulama Sunni yang difitnah sebagai Syi’ah seperti Al Buthi, Habib Rizieq Syihab, KH Said Agil Siradj, Prof Dr. Quraisy Shihab, dsb.
Jadi Syi’ah itu kafir dan harus dibunuh menurut mereka. Celakanya banyak juga Sunni difitnah sbg Syi’ah dan harus dibunuh. Yahudi malah aman!
Padahal 200 Ulama dari 50 negara2 Islam sudah sepakat bahwa Sunni dan Syi’ah adalah bagian dari Islam dan menyeru agar hidup rukun dan damai:
Sumber : http://kabarislam.wordpress.com/2013/04/09/buat-para-penggemar-berita-arrahmah-com-dan-voa-islam-com/

Berikut ini saya kutipkan fatwa yang ditandatangani oleh 200 ulama dari 50 negara termasuk indonesia, semoga ini semakin memperjelas, karena selama ini kita lebih banyak mendengar kabar-kabar dari pihak yang ingin memecah belah persatuan islam, kelompok yang sudah dikabarkan rasullullah dalam hadis akan kedatangannya, ya kelompok yang menghalalkan darah  muslim dan melindungi orang-orang kafir dan yahudi...coba berfikir, jangan terlalu percaya media, pasti akan ketemu jawabannya siapa. :D

http://ammanmessage.com

"Risalah Amman – Fatwa Konferensi Ulama Islam Internasional"
Konferensi ini diadakan di Amman, Mamlakah Arabiyyah Yordania, dengan tema “Islam Hakiki dan Perannya dalam Masyarakat Modern”. (27-29 Jumadil Ula. 1426 H. / 4-6 Juli 2005 M.)
Bismillahirrahmanirrahim. Shalawat dan salam semoga tercurah pada Baginda Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya yang suci. “Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa…” (QS. an-Nisa ayat 1).
Sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh yang terhormat:
  1. Al-Imam al-Akbar Syaikh Mahmud Syalthut, asy-Syaikh Ahmad Thanthowi, Dewan Rektorat Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir.
  2. Ayatullah Sayyid Ali as-Sistani Mufti Besar Syi’ah Iraq
  3. Ayatullah ‘Udzma Sayyid Ali Khamenei al-Husaini Mufti Besar Syi’ah Iran
  4. Yang Terhormat Mufti Besar Kesultanan Oman
  5. Akademi Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabiyyah
  6. Dewan Urusan Agama Turki
  7. Mufti Akbar Kerajaan Yordania dan Para Anggota Komite Fatwa Nasional Yordania
  8. Syaikh Dr. Yusuf al-Qaradawi Mufti Besar Sunni Mesir
Sesuai dengan kandungan pidato yang mulia Raja Abdullah II bin al-Hussein, Raja Yordania, pada acara pembukaan onferensi. Sesuai dengan pengetahuan tulus ikhlas kita pada Allah Swt., dan sesuai dengan seluruh makalah penelitian dan kajian yang tersaji dalam konferensi ini serta seluruh diskusi yang timbul darinya. Kami, yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini menyetujui dan menegaskan kebenaran butir-butir yang tertera di bawah ini:
  • Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat madzhab Ahlussunnah (Hanafi, Syafi’i, Maliki, Hanbali), dua madzhab Syi’ah Ja’fariyyah dan Zaidiyyah, madzhab Ibadhiyyah dan madzhab Dzahiriyyah adalah Muslim. Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut/penganut madzhab-madzhab yang disebut di atas. Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut madzhab-madzhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan. Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati. Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikanNya, meyakini Rasulullah (Saw.) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.

  • Ada jauh lebih banyak kesamaan dalam madzhab-madzhab Islam dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan di antara mereka. Para pengikut/penganut kedelapan madzhab Islam yang telah disebutkan di atas semuanya sepakat dalam prinsip-prinsip utama Islam (ushuluddin). Semua madzhab yang disebut di atas percaya pada satu Allah Yang Maha Esa dan Makakuasa; percaya pada al-Quran sebagai wahyu Allah; dan bahwa Baginda Muhammad Saw. adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh manusia. Semua sepakat pada lima rukun Islam: dua kalimat syahadat (syahadatain), kewajiban shalat, zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan Haji ke Baitullah di Mekkah. Semua percaya pada dasar-dasar akidah Islam: kepercayaan pada Allah, para malaikatNya, kitab-itabNya, para rasulNya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk dari sisi Allah. Perbedaan di antara ulama kedelapan adzhab Islam tersebut hanya menyangkut masalah-masalah cabang agama (furu’) dan tidak menyangkut prinsip-prinsip dasar (ushul) Islam. Perbedaan pada masalah-masalah cabang agama tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak dahulu dikatakan bahwa keragaman pendapat di antara ulama adalah hal yang baik.

  • Mengakui kedelapan madzhab dalam Islam tersebut berarti bahwa mengikuti suatu metodologi dasar dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada orang yang berhak mengeluarkan fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus yang telah ditentukan oleh masing-masing madzhab bagi para pengikutnya. Tidak ada orang yang boleh mengeluarkan fatwa tanpa mengikuti metodologi yang telah ditentukan oleh madzhab-madzhab Islam tersebut di atas. Tidak ada orang yang boleh mengklaim untuk melakukan ijtihad mutlak dan menciptakan madzhab baru atau mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima hingga membawa umat Islam keluar dari prinsip-prinsip dan kepastian-kepastian syariah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh masing-masing madzhab yang telah disebut di atas.

  • Esensi Risalah Amman, yang ditetapkan pada malam Lailatul Qadar tahun 1425 H dan dideklarasikan dengan suara lantang di Masjid al-Hasyimiyyin, adalah kepatuhan dan ketaatan pada madzhab-madzhab Islam dan metodologi utama yang telah ditetapkan oleh masing-masing madzhab tersebut. Mengikuti tiap-tiap madzhab tersebut di atas dan meneguhkan penyelenggaraan diskusi serta pertemuan di antara para penganutnya dapat memastikan sikap adil, moderat, saling memaafkan, saling menyayangi, dan mendorong dialog dengan umat-umat lain.

  • Kami semua mengajak seluruh umat untuk membuang segenap perbedaan di antara sesama Muslim dan menyatukan kata dan sikap mereka, menegaskan kembali sikap saling menghargai, memperkuat sikap saling mendukung di antara bangsa-bangsa dan negara-negara umat Islam. Memperkukuh tali persaudaraan yang menyatukan mereka dalam saling cinta di jalan Allah. Dan kita mengajak seluruh Muslim untuk tidak membiarkan pertikaian di antara sesama Muslim dan tidak membiarkan pihak-pihak asing mengganggu hubungan di antara mereka. Allah Swt. berfirman: “Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu islahkan hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmatNya.” (QS. al-Hujurat ayat 10).
Amman, Mamlakah Arabiyyah Yordania, 27-29 Jumadil Ula 1426 H/4-6 Juli 2005 M.
Dewan Penandatangan Fatwa Konferensi Ulama Islam Internasional:
1. Afghanistan
• Yth. Nusair Ahmad Nour Dubes Afghanistan untuk Qatar

2. Aljazair
• Yth. Lakhdar Ibrahimi Utusan Khusus Sekjen PBB; Mantan Menlu Aljazair
• Prof. Dr. Abdullah bin al-Hajj Muhammad al-Ghulamullah Menteri Agama
• Dr. Mustafa Syarif Menteri Pendidikan
• Dr. Sa’id Syaiban Mantan Menteri Agama
• Prof. Dr. Ammar ath-Thalibi Departemen Filsafat, University of Algeria
• Mr. Abu Jara as-Sulthani Ketua LSM Algerian Peace Society Movement

3. Austria
• Prof. Anas ash-Shaqfa Ketua Komisi Islam
• Mr. Tarafa Baghajati Ketua LSM Initiative of Austrian Muslims


4. Australia
• Syaikh Salim ‘Ulwan al-Hassani Sekjen, Darulfatwa, Dewan Tinggi Islam

5. Azerbaijan
• Syaikh al-Islam Allahusysyakur bin Hemmat Bashazada Ketua Muslim Administration of the Caucasus

6. Bahrain
• Syaikh Dr. Muhammad Ali as-Sutri Menteri Kehakiman
• Dr. Farid bin Ya’qub al-Miftah Sekretaris Kementerian Agama

7. Bangladesh
• Prof. Dr. Abu al-Hasan Shadiq Rektor Asian University of Bangladesh

8. Bosnia dan Herzegovina
• Prof. Dr. Syaikh Mustafa Ceric Ketua Majlis Ulama dan Mufti Besar Bosnia dan Herzegovina
• Prof. Hasan Makic Mufti Bihac
• Prof. Anes Lj evakovic Peneliti dan Pengajar, Islamic Studies College

9. Brazil
• Syaikh Ali Muhmmad Abduni Perwakilan International Islamic Youth Club di Amerika Latin

10. Kanada
• Syaikh Faraz Rabbani Guru, Hanafijurisprudence,

11. Republik Chad
• Syaikh Dr. Hussein Hasan Abkar Presiden, Higher Council for Islamic Affair; Imam Muslim, Chad

12. Mesir
• Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq Menteri Agama
• Prof. Dr. Ali Jum’ah Mufti Besar Mesir
• Prof. Dr. Ahmad Muhammad ath-Thayyib Rektor Universitas al-Azhar University
• Prof. Dr. Kamal Abu al-Majd Pemikir Islam; Mantan Menteri Informasi
• Dr. Muhammad al-Ahmadi Abu an-Nur Mantan Menteri Agama Mesir; Profesor Fakultas Syariah, Yarmouk University, Jordan
• Prof. Dr. Fauzi az-Zifzaf Ketua Masyayikh al-Azhar; Anggota the Academy of Islamic Research
• Prof. Dr. Hasan Hanafi Peneliti dan Cendekiawan Muslim, Departemen Filsafat, Cairo University
• Prof. Dr. Muhammad Muhammad al-Kahlawi Sekjen Perserikatan Arkeolog Islam;
Dekan Fakultas Studi Kesejarahan Kuno, Cairo University
• Prof. Dr. Aiman Fuad Sayyid Mantan Sekjen, Dar al-Kutub al-Mishriyyah
• Syaikh Dr. Zaghlul Najjar Anggota Dewan Tinggi Urusan Islam, Mesir
• Syaikh Muis Mas’ud Dai Islam
• Dr. Raqid as-Sirjani
• Dr. Muhammad Hidaya

13. Perancis
• Syaikh Prof. Dalil Abu Bakr Ketua Dewan Tinggi Urusan Agama Islam dan Dekan Masjid Paris
• Dr. Husain Rais Direktur Urusan Budaya, Masjid Jami’ Paris

14. Jerman
• Prof. Dr. Murad Hofmann Mantan Dubes Jerman untuk Maroko
• Syaikh Shalahuddin al-Ja’farawi Asisten Sekjen World Council for Islamic Propagation

15. India
• H.E. Maulana Mahmud Madani Anggota Parlemen Sekjen Jamiat Ulama Hindia
• Ja’far ash-Shadiq Mufadhdhal Saifudin Cendikiawan Muslim
• Thaha Saifudin Cendikiawan Muslim
• Prof. Dr. Sayyid Aushaf Ali Rektor Hamdard University
• Prof. Dr. Akhtar al-Wasi Dekan College of Humanities and Languages

16. Indonesia
• Dr. Tutty Alawiyah Rektor Universitas Islam asy-Syafi’iyah
• Rabhan Abdul Wahhab Dubes RI untuk Yordania
• KH. Ahmad Hasyim Muzadi Mantan Ketua Umum PBNU
• Rozy Munir Mantan Wakil Ketua PBNU
• Muhamad Iqbal Sullam International Conference of Islamic Scholars, Indonesia

17. Italia
• Mr. Yahya Sergio Pallavicini Wakil Ketua, Islamic Religious Community of Italy (CO.RE.IS.)

18. Maladewa
• Dr. Mahmud asy-Syauqi Menteri Pendidikan

19. Republik Islam Iran
• Ayatullah Syaikh Muhammad Ali at-Taskhiri Sekjen Majma’ Taqrib bainal Madzahib al-Islamiyyah.
• Ayatullah Muhammad Waez-zadeh al-Khorasani Mantan Sekjen Majma’ Taqrib bainal Madzahib al-Islamiyyah
• Prof. Dr. Musthafa Mohaghegh Damad Direktur the Academy of Sciences; Jaksa; Irjen Kementerian Kehakiman
• Dr. Mahmud Muhammadi Iraqi Ketua LSM Cultural League and Islamic Relations in the Islamic Republic of Iran
• Dr. Mahmud Mar’ashi an-Najafi Kepala Perpustakaan Nasional Ayatollah Mar’ashi an-Najafi
• Dr. Muhammad Ali Adharshah Sekjen Masyarakat Persahabatan Arab-Iran
• Syaikh Abbas Ali Sulaimani Wakil Pemimpin Spiritual Iran di wilayah Timur Iran

20. Iraq
• Grand Ayatullah Syaikh Husain al-Muayyad Pengelola Knowledge Forum
• Ayatullah Ahmad al-Bahadili Dai Islam
• Dr. Ahmad Abdul Ghaffur as-Samara’i Ketua Diwan Waqaf Sunni

21. Yordania
• Prof. Dr. Ghazi bin Muhammad Utusan Khusus Raja Abdullah II bin al-Hussein
• Syaikh Izzudin al-Khatib at-Tamimi Jaksa Agung
• Prof. Dr. Abdussalam al-Abbadi Mantan Menteri Agama
• Prof. Dr. Syaikh Ahmad Hlayyel Penasehat Khusus Raja Abdullah dan Imam Istana Raja
• Syaikh Said al-Hijjawi Mufti Besar Yordania
• Akel Bultaji Penasehat Raja
• Prof. Dr. Khalid Touqan Menteri Pendidikan dan Riset
• Syaikh Salim Falahat Ketua Umum Ikhwanul Muslimin Yordania
• Syaikh Dr. Abdul Aziz Khayyat Mantan Menteri Agama
• Syaikh Nuh al-Quda Mantan Mufti Angkatan Bersenjata Yordania
• Prof. Dr. Ishaq al-Farhan Mantan Menteri Pendidikan
• Dr. Abdul Lathif Arabiyyat Mantan Ketua DPR Yordania; Syaikh Abdul Karim Salim Sulaiman al-Khasawneh Mufti Besar Angkatan Bersenjata Yordania
• Prof. Dr. Adel at-Tuwaisi Menteri Kebudayaan
• Mr. Bilal at-Tall Pemimpin Redaksi Koran Liwa’
• Dr. Rahid Sa’id Shahwan Fakultas Ushuluddin, Balqa Applied University

22. Kuwait
• Prof. Dr. Abdullah Yusuf al-Ghoneim Kepala Pusat Riset dan Studi Agama
• Dr. Adel Abdullah al-Fallah Wakil Menteri Agama

23. Lebanon
• Prof. Dr. Hisyam Nashabih Ketua Badan Pendidikan Tinggi
• Prof. Dr. Sayyid Hani Fahs Anggota Dewan Tinggi Syiah
• Syaikh Abdullah al-Harari Ketua Tarekat Habasyi
• Mr. Husam Mustafa Qaraqi Anggota Tarekat Habasyi
• Prof. Dr. Ridhwan as-Sayyid Fakultas Humaniora, Lebanese University; Pemred Majalah al-Ijtihad
• Syaikh Khalil al-Mais Mufti Zahleh and Beqa’ bagian Barat

24. Libya
• Prof. Ibrahim ar-Rabu Sekretaris Dewan Dakwah Internasional
• Dr. al-Ujaili Farhat al-Miri Pengurus International Islamic Popular Leadership

25. Malaysia
• Dato’ Dr. Abdul Hamid Utsman Menteri Sekretariat Negara
• Anwar Ibrahim Mantan Perdana Menteri
• Prof. Dr. Muhammad Hasyim Kamaly Dekan International Institute of Islamic Thought and Civilisation
• Mr. Syahidan Kasem Menteri Negara Bagian Perlis, Malaysia
• Mr. Khairi Jamaludin Wakil Ketua Bidang Kepemudaan UMNO

26. Maroko
• Prof. Dr. Abbas al-Jarari Penasehat Raja
• Prof. Dr. Muhammad Farouk an-Nabhan Mantan Kepala Dar al-Hadits al-Hasaniyyah
• Prof. Dr. Ahmad Syauqi Benbin Direktur Perpustakaan Hasaniyyah
• Prof. Dr. Najat al-Marini Departemen Bahasa Arab, Mohammed V University

27. Nigeria
• H.H. Prince Haji Ado Bayero Amir Kano
• Mr. Sulaiman Osho Sekjen Konferensi Islam Afrika

28. Mamlakah Oman
• Syaikh Ahmad bin Hamad al-Khalili Mufti Besar Kesultanan Oman
• Syaikh Ahmad bin Sa’ud as-Siyabi Sekjen Kantor Mufti Besar

29. Pakistan
• Prof. Dr. Dzafar Ishaq Ansari Direktur Umum, Pusat Riset Islam, Islamabad
• Dr. Reza Shah-Kazemi Cendikiawan Muslim
• Arif Kamal Dubes Pakistan untuk Yordania
• Prof. Dr. Mahmud Ahmad Ghazi Rektor Islamic University, Islamabad; Mantan Menteri Agama Pakistan

30. Palestina
• Syaikh Dr. Ikrimah Sabri Mufti Besar al-Quds dan Imam Besar Masjid al-Aqsha
• Syaikh Taisir Rajab at-Tamimi Hakim Agung Palestina

31. Portugal
• Mr. Abdul Majid Wakil Ketua LSM Banco Efisa
• Mr. Sohail Nakhooda Pemred Islamica Magazine

32. Qatar
• Prof. Dr. Syaikh Yusuf al-Qaradawi Ketua Persatuan Internasional Ulama Islam
• Prof. Dr. Aisya al-Mana’i Dekan Fakultas Hukum Islam, University of Qatar

33. Rusia
• Syaikh Rawi ‘Ainudin Ketua Urusan Muslim
• Prof. Dr. Said Hibatullah Kamilev Direktur, Moscow Institute of Islamic Civilisation
• Dr. Murad Murtazein Rektor, Islamic University, Moskow

34. Arab Saudi
• Dr. Abdul Aziz bin Utsman at-Touaijiri Direktur Umum, The Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO)
• Sayyid al-Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf

35. Senegal
• Al-Hajj Musthafa Sisi Penasehat Khusus Presiden Senegal

36. Singapura
• Dr. Ya’qub Ibrahim Menteri Lingkuhan Hidup dan Urusan Muslim

37. Afrika Selatan
• Syaikh Ibrahim Gabriels Ketua Majlis Ulama Afrika Utara South African Ulama

38. Sudan
• AbdurRahman Sawar adz-Dzahab Mantan Presiden Sudan
• Dr. Isham Ahmad al-Bashir Menteri Agama SWISS
• Prof. Tariq Ramadan Cendikiawan Muslim

39. Syria (Suriah)
• Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buti Dai, Pemikir dan Penulis Islam
• Prof. Dr. Syaikh Wahbah Musthafa az-Zuhaili Ketua Departemen Fiqih, Damascus University
• Syaikh Dr. Ahmad Badr Hasoun Mufti Besar Syria

40. Thailand
• Mr. Wan Muhammad Nur Matha Penasehat Perdana Menteri
• Wiboon Khusakul Dubes Thailand untuk Irak

41. Tunisia
• Prof. Dr. al-Hadi al-Bakkoush Mantan Perdana Menteri Tunisia
• Dr. Abu Bakar al-Akhzuri Menteri Agama

42. Turki
• Prof. Dr. Akmaluddin Ilisanoghi Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI)
• Prof. Dr. Mualla Saljuq Dekan Fakultas Hukum, University of Ankara
• Prof. Dr. Musthafa Qagnci Mufti Besar Istanbul
• Prof. Ibrahim Kafi Donmez Profesor Fiqih University of Marmara
43. Ukraina
• Syaykh Dr. Ahmad Tamim Mufti Ukraina

44. Uni Emirat Arab
• Mr. Ali bin as-Sayyid Abdurahman al-Hasyim Penasehat Menteri Agama
• Syaikh Muhammad al-Banani Hakim Pengadilan Tinggi
• Dr. Abdusalam Muhammad Darwish al-Marzuqi Hakim Pengadilan Dubai

45. Inggris
• Syaikh Abdul Hakim Murad/Tim Winter Dosen, University of Cambridge
• Syaikh Yusuf Islam/Cat Steven Dai Islam dan mantan penyanyi
• Dr. Fuad Nahdi Pemimpin Redaksi Q-News International
• SamiYusuf Penyanyi Lagu-lagu Islam

46. Amerika Serikat
• Prof. Dr. Sayyid Hussain Nasr Penulis dan profesor Studi-studi Islam, George Washington University
• Syaikh Hamza Yusuf Ketua Zaytuna Institute
• Syaikh Faisal Abdur Rauf Imam Masjid Jami’ Kota New York
• Prof. Dr. Ingrid Mattson Profesor Studi-studi Islam, Hartford Seminary; Ketua Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA)

47. Uzbekistan
• Syaikh Muhammad ash-Shadiq Muhammad Yusuf Mufti Besar

48. Yaman
• Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Ketua I Madrasah Dar al-Mustafa, Tarim
• Al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Jufriy Ketua II Madrasah Dar al-Mustafa, Tarim

Berikut adalah video dari Quraish Shihab semoga semakin memperjelas tentang kelompok Syiah.

 

Demikian tulisan Persepsi yang salah terhadap Syiah, semoga semakin membuka mata kita, untuk tidak selalu melihat dan mencari perbedaan yang berujung pada perpecahan. Kita memang tetap harus waspada dalam menerima dan menyingkapi perbedaan dalam beragama, tapi selama akidah masih sama, maka perbedaan dalam hal-hal cabang adalah rahmat.

Penting :
Hati-hati terhadap sebuah golongan yang sekarang lagi menyusup di tengah-tengah kita, golongan ini sangat ringan lidah dalam mengkafirkan dan menganggap sesat siapapun yang bersebrangan dengan faham mereka, bahkan ulama sekalipun tak tanggung-tanggung mereka anggap sesat. Mereka inilah yang mungkin pernah di beritakan oleah baginda Rasul akan kedatangannya dalam sebuah hadis.

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah saw. di Ji`ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad, berlaku adillah! Beliau bersabda: Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Engkau pasti akan rugi, jika aku tidak adil. Umar bin Khathab ra. berkata: Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1761)


Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

"Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Alquran, bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya, demikian pula shalat dan puasa kamu dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya. Mereka membaca Alquran dan mengiranya sebagai pembela mereka, padahal ia adalah hujjah yang menghancurkan alasan mereka. Shalat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari buruannya." (HR. Abu Dawud)

Ciri-Ciri Mereka yang lain :
  1. Suka mencela dan mengkafirkan kaum muslim.
  2. Merasa paling benar dalam beribadah.
  3. Berburuk sangka kepada kaum muslm
  4. Sangat keras kepada kaum muslim bahkan membunuh kaum muslim namun lemah lembut kepada kaum Yahudi
. Mereka kelak bergabung dengan Dajjal bersama Yahudi yang telah memfitnah atau menyesatkan kaum Nasrani.

Wassalamualaikum...

Comments

  1. kalau lagunya ahmad albar zakiya zakiya

    tapi kalau syiah lagunya taqiyah taqiyah

    ReplyDelete
  2. Bagaimana pendapat kakak dgn Nikah Mut'ah dlam Syiah ?

    ReplyDelete
  3. berlebihan dalam mempercayai Imam?

    ReplyDelete
  4. sayang perwakilan Indonesia tidak kompeten ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Cara Efektif Mencegah Tawuran antar Pelajar

Kisah Mengharukan Sayyidina Umar bin Khattab ra.

Keutamaan Pemuda Dalam Islam