Selalu Berpura-pura

Selalu-berpura-pura

Ada yang aku coba jelaskan dalam heningnya Diam, seperti kalian, yang menyembunyikan ke pura puraan dalam suara suara lantang. Sadari, ada yang kita coba perangi dengan akrabnya persahabatan, ada gumpalan gumpalan benci yang kita gunakan mengungkapakan perasaan sayang.

dan...
Kenapa ada cinta ditengah sakitnya luka?
Kenapa ada dendam yang terselip dalam rak rak persaudaraan?
Kenapa harus senyum memkasa jika tak sampai pada lepasnya tawa?
Kenapa harus terbang tinggi jika harus tenggelam mati?
Kenapa harus perpura pura, selalu berpura pura?
Aku mendengar....kalian terdiam, kita hening tanpa jawaban!!!

dan saat kita mulai tersadar,,,
Kita telah lupa bagaimana indahnya kejujuran.
Kita sudah tidak cukup berani menerima pahitnya kenyataan,.
Kita sudah terlalu sombong mengakui rendahnya kehinaan.




[repost] berharap ini bisa kembali mengingatkan Moerad

Comments

  1. Replies
    1. alhamdulillah....thanks, semoga ada hal baik di tulisan ini,,,

      Delete
  2. Percaya pada hati, tersenyumlah, tertawalah, berteriaklah, marahlah,
    dengan kebenaran tanpa takut ditinggalkan.

    itulah jujur pada diri sendiri. Allahua'lam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Percaya pada hati, tersenyumlah, tertawalah, berteriaklah, marahlah, dengan kebenaran tanpa takut ditinggalkan.

      Terima kasih Bang...thanks udah sempetin komeng di mari,,,

      Delete
  3. kren bro, :cool ini seharus buat sy pas banget deh :ngakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah gimana sie agan nech...kata ma emot dak singkron :bingung

      Delete
  4. Numpang lewat Bang Moerad,,, he2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan brow edgar...awas didepan banyak polisi tidur :D

      Delete
  5. "kenapa ada cinta di tengah sakitnya luka?" kalau sy kebalik, kenapa ada sakitnya luka di tengah cinta....kadang sebel aja gitu liat orang2 yg kita sayang saling menyerang..gak temen, gak sodara..

    ReplyDelete
  6. Banyak orang berpura-pura agar bisa diterima oleh suatu komunitas.
    Banyak orang berpura-pura agar punya jabatan tinggi.
    Banyak orang berpura-pura untuk suatu hal yang sebenarnya lebih enak jadi diri sendiri.
    Semoga kita bisa terus jujur terhadap diri kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga Bang...semoga kita bisa selalu jujur pada diri kita sendiri

      Delete
    2. setuju dengan Bang Oi...
      btw, belum posting tulisan baru lagi ya bang moerad.. :(

      Delete
  7. keren kang Moerad, sampe sampe dapat PR 1 meski baru 1 bulan ngepost ^_^
    jagoan neon ::D

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he.....padahal postingan diatas dak ada SEO-nya

      Delete
  8. test komen lagi, kok tadi ilang ya komentar saya

    ReplyDelete
  9. Wow.. menabjubkan!
    Terima kasih untuk karyanya yaa!

    ReplyDelete
  10. kenapa ada kenapa?...setiap kenapa selalu dicintai oleh karena...kita hanya perlu menemukan makna dibalik setiap karena..:)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Cara Efektif Mencegah Tawuran antar Pelajar

Kisah Mengharukan Sayyidina Umar bin Khattab ra.

Downlaod Terjemahan Kitab Ihya Ulumuddin [Imam Al-ghazali]