Semoga Ramadhan Hapus Hinanya Kemunafikan

kemunafikan

Ada yang aku coba jelaskan dalam heningnya Diam, seperti kalian, yang menyembunyikan ke pura puraan dalam suara suara lantang.  Sadari, ada yang kita coba perangi dengan akrabnya persahabatan, ada gumpalan gumpalan benci yang kita gunakan mengungkapakan perasaan sayang.

Mungkin itulah Kemunafikan, aku dan kalian hanyut bersamanya,,,terlena dan melupa

dan saat hati mulai bertanya kenapa,,,
Kenapa ada cinta ditengah sakitnya luka?
Kenapa ada dendam yang terselip dalam rak rak persaudaraan?
Kenapa harus senyum memkasa jika tak sampai pada lepasnya tawa?
Kenapa harus terbang tinggi jika harus tenggelam mati?
Kenapa harus perpura pura, selalu berpura pura
Aku mendengar....kalian terdiam, kita hening tanpa jawaban!!!

dan saat hati mulai bertanya bagaimana,,,
Kita telah lupa bagaimana indahnya kejujuran.
Kita sudah tidak cukup berani menerima pahitnya kebenaran,.
Kita sudah terlalu sombong mengakui rendahnya kehinaan.

Kemunafikan,,,
Seperti apa kemunfikan, apakah dia selalu ada dan tak kasat terlihat seperti gemerlap bintang di terik siang, atau seperti panasnya mentari yang terlupakan bersama dinginnya malam.
Adakah jalan untuk berlari darinya.?
Adakah obat yang bisa mujarab menangkalnya?
Aku berharap ramadhanMU bisa mengusirnya,
Aku berharap ramadhanMU bisa menghapusnya,

Moerad Qrad

Comments

  1. 'rasanya' ada luka di kalimat2nya...wahhh

    aamiin, semoga ramadhan bisa jadi latihan biar ga (sering2) munafik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya semoga kita dihindarkan dari sifat munafik...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Cara Efektif Mencegah Tawuran antar Pelajar

Kisah Mengharukan Sayyidina Umar bin Khattab ra.

Keutamaan Pemuda Dalam Islam