WABAH THA'UN AMAWAS PADA MASA KHALIFAH UMAR RA.

Wabah-Penyakit-Khalifah-Umar

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar, telah terjadi wabah penyakit yang sangat mematikan.  WABAH THA'UN AMAWAS PADA MASA KHALIFAH UMAR RA. telah merenggut sekitar 30.000 nyawa.

Peendapat yang paling masyhur menurut jumhur (mayoritas ulama) bahwa Tha'un di Amawas terjadi pada tahun 18 H. Namun kami mengikuti pendapat Saif bin Umar. Ibnu Jarir menyatakan bahwa wabah ini terjadi pada tahun 17 H. Nama wabah ini dinisbatkan kepada sebuah negeri kecil disebut Amawas yang
terletak antara al-Quds dengan Ramalah- karena dari negeri inilah asal mulanya menyebar wabah Tha'un kemudian baru menyebar di seluruh wilayah Syam.

Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari as-Syu'bah dari al-Makhariq bin Abdillah al-Bajali dari Thariq bin Syihab al-Bajali, dia berkata, "Kami mendatangi Abu Musa di rumahnya di Kufah untuk berbincang-bincang dengannya. Ketika kami duduk, dia berkata, 'Janganlah kalian takut sesung-guhnya seseorang di rumah ini telah tertular wabah. Kalian tidak perlu menghindar dari tempat ini ke tempat lain yang tidak terkena wabah hingga Allah SWT. mengangkat wabah ini.

Aku akan memberitahukan kepada kalian tentang apa-apa yang dibenci dan dijauhi. Janganlah orang yang keluar dari tempat ini beranggapan bahwa jika ia bermukim di sini akan mati, dan jangan pula orang yang telah terkena berkata bahwa andai saja ia keluar dari tempat ini niscaya dia tidak terkena wabah. Jika
seorang muslim tidak memiliki prasangka seperti ini maka tidak mengapa dia keluar dan menjauhi wabah ini. Sesungguhnya aku pernah bersama Abu Ubaidah bin al-Jarrah di Syam, pada waktu itu wabah Tha'un Amawas menyebar. Ketika wabah ini sampai pada puncaknya dan sampai beritanya kepada Umar ra..
Umar ra. segera mengirim surat kepada Abu Ubaidah yang isinya:

 'Assalamualaika, amma ba'du, sesungguhnya aku sangat membutuhkan kehadiranmu dan
ingin berbicara langsung denganmu, aku berazam jika engkau telah membaca surat ini maka jangan letakkan surat itu dari tangganmu hingga engkau langsung menjumpaiku.'

Maka Abu Ubaidah paham bahwa Umar ra. sebenarnya ingin mengeluarkannya dari daerah yang telah terkena wabah tersebut, dia berkata,

'Semoga Allah SWT. mengampuni Amirul Mukminin.' Abu Ubaidah lantas segera mengirimkan balasan surat Umar ra. yang isinya, 'Wahai Amirul mukminin aku mengerti apa keinginanmu terhadapku, sesungguhnya aku berada di tengah tentara kaum muslimin dan tidak ingin berpisah dari mereka, aku tidak akan meninggalkan mereka hingga Allah SWT. menetapkan apa yang telah ditentukanNya pada diriku dan seluruh pasukanku. Maafkanlah, aku tidak dapat mengabulkan keinginanmu wahai Amirul Mukminin. Biarkanlah aku bersama
tentaraku.'

Ketika Umar ra. membaca suratnya, Umar ra. menangis, orang bertanya padanya: 'Apakah Abu Ubaidah telah tewas?' Ia menjawab, 'Tidak, tetapi kelihatannya ia akan tewas.' Kemudian Umar ra. membalas suratnya yang bunyinya:

'Salam 'alaika amma ba 'du, sesungguhnya engkau membawa pasukanmu ke tempat yang tidak baik maka pindahkanlah mereka, cari tempat yang tinggi dan udaranya yang bersih.'

Abu Musa berkata, 'Ketika surat Umar ra. sampai ke tangan Abu Ubaidah, ia memanggilku dan berkata padaku, 'Sesungguh-nya surat Amirul mukminin telah datang kepadaku sebagaimana yang telah engkau lihat, maka keluarlah dan cari tempat yang baik untuk kaum muslimin supaya mereka dapat aku pindahkan ke tempat itu.'
Aku segera pulang ke rumah dan ternyata aku dapati istriku telah terserang wabah itu, aku segera kembali menemuinya dan memberitahukan, 'Demi Allah SWT., sesungguhnya telah terjadi sesuatu terhadap istriku.' Abu Ubaidah bertanya, 'Apakah istri-mu telah terserang wabah itu?' Aku katakan, 'Ya.' Maka ia memerintahkan agar kudanya dibawa dan langsung berangkat, namun ketika turun dan meletakkan kakinya di sebuah tempat ternyata ia juga telah terserang wabah tersebut, ia berkata, 'Demi Allah SWT.
sesungguhnya aku telah terserang wabah itu.

Kemudian ia memerintahkan rombongan agar berjalan hingga ke Jabi-yah. Dan tak berapa lama kemudian
wabah penyakit Tha'un telah hilang."

Orang-Orang Yang Tewas Terkena Tha'un Amawas
Al-Waqidi berkata, "Pada tahun 18 H. Tha'un Amawas telah melanda negeri  Syam. Wabah ini telah memakan korban 25.000 jiwa, ada yang mengatakan korbannya sebanyak 30.000 jiwa. Di antara para sahabat yang terkena wabah ini adalah Abu Ubaidah bin Amir bin Abdillah bin al-Jarrah, al-Harits bin Hisyam, Syarahbil bin Hasanah, Fadhl bin Abbas, Muaz bin Jabal, Yazid bin Abi Sufyan, Abu Jandal bin Suhail bin Amr dan Abu Malik al-Asy'ari."

Comments

Popular posts from this blog

10 Cara Efektif Mencegah Tawuran antar Pelajar

Kisah Mengharukan Sayyidina Umar bin Khattab ra.

Zikir dan Doa Pada Hari Jumat dan Malamnya