Shalat Tarawih 8 atau 20 Rakaat?

Shalat-Tarawih

Tidak bisa dipungkiri ada banyak perbedaan dalam agama islam yang kerap kali  mengundang banyak perdebatan. Tapi jika dilihat lebih dalam lagi, sebenarnya hanya sebatas perbedaan sudut pandan semata. Maka sebagai umat yang besar sudah sepantasnyalah kita jauh bisa saling menghargai perbedaan-perbedaan tersebut, selama tidak menyangkut masalah-masalah pokok dalam agama.

Shalat Tarawih 8 atau 20 Rakaat? merupakan tulisan yang ingin saya share pada kesempatan kali ini, ini adalah tulisan mengisahkan Khalifah Umar bin Al-Khaththab – radhiyallahu 'anhu yang menjadi dasar Umat islam mengerjakan tarawih berjemaah 20 Rokaat. Kisah ini saya dapat dari status seorang teman pada media sosial.

Pada suatu malam, Khalifah Umar bin Al-Khaththab – radhiyallahu 'anhu – keluar dari rumahnya menuju Masjid Nabawi. Beliau mendapati berbagai macam orang yang melakukan qiyam Ramadhan:

  • Ada yang melakukan qiyam sendirian,
  • Ada yang melakukannya berduaan,
  • Ada yang melakukannya dalam kelompok yang lebih besar dari itu.

Melihat keadaan yang demikian, maka amirul mukminin Umar –radhiyallahu 'anhu, lalu menginstruksikan tiga hal:

  1. Agar semua yang melakukan qiyam dalam banyak jamaah itu disatukan dalam satu jamaah dengan satu imam, dan ditunjuklah Ubay bin Ka’ab – radhiyallahu ‘anhu – sebagai imam, sebab beliau lah yang telah mendapatkan licence dari Rasulullah SAW sebagai Aqraukum, umat nabi yang paling bagus Qur’annya. 
  2. Memajukan waktu pelaksanaannya menjadi setelah shalat Isya', di mana biasanya, dilakukan setelah tengah malam atau pada sepertiga malam yang terakhir. 
  3. Memperpendek tempo waktu pada setiap rakaatnya, di mana pada sebelumnya, tempo waktu rakaat sangat lama, atau istilahnya: "jangan tanyakan lama dan bagusnya", karena memang luamma dan buagus. Sebagai kompensasi atas "pemendekan" tempo waktu rakaat , maka jumlah rakaat-nya diperbanyak.

Terkait dengan 3 hal ini, amirul mukminin Umar bin Khaththab – radhiyallahu ‘anhu – berkata: "ni'mal bid'atu hadzihi" sebaik-baik bid'ah adalah hal ini.

Demikian, semoga tulisan Shalat Tarawih 8 atau 20 Rakaat? ini bermanfaat, dan kita bisa lebih saling menghargai lagi sesama saudara Muslim, Wassalamualaikum

Comments

Popular posts from this blog

10 Cara Efektif Mencegah Tawuran antar Pelajar

Kisah Mengharukan Sayyidina Umar bin Khattab ra.

Downlaod Terjemahan Kitab Ihya Ulumuddin [Imam Al-ghazali]