Kisah Luqman Dan Sindiran Manusia

Kisah-Luqman
G+ profile picture @Moerad Qrad

Berikut adalah Kisah Luqman dan Sindiran Manusia semoga menjadi pelajaran berharga untuk kita. Berikut adalah kisahnya..

Dalam sebuah riwayat menceritakan pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, manakala anaknya mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang pun berkata, "Lihat orang tua itu yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki."

Setelah mendengarkan kata sindiran dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, "Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya seronok menaiki himar, sungguh kurang adab anak itu."

Sebaik saja mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai pula berkata lagi, "Lihatlah itu, dua orang menaiki seekor himar, tak ada perasaan. Menyeksakan saja himar itu."

Oleh kerana tidak suka mendengar percakapan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, "Lihat itu, dua orang berjalan kaki, sedangkan himar pun mereka tidak naik."

Dalam perjalanan mereka berdua pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasihati anaknya tentang sikap manusia dan sindiran mereka, katanya, "Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah s.w.t. saja. Barangsiapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap perkara."

Sekian, Wassalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokatuhu 
link sumber : http://disaat.blogspot.com/2012/12/kisah-luqman-al-hakim-dengan-telatah.html

Comments

  1. Subhanallah, ini kan yang ada jadi salah satu surah dalam alqur'an.
    Bener ya bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum saya cek kang,,,ya mungkingkin ada di surah luqman :thumbup

      Delete
  2. sudah di cek, tidak terdapat kisah yang seperti itu didalam QS.Luqman.
    namun inti ceritanya secara implisit mengandung nasehat tauhid. nasehat-nasehat Luqman terhadap anaknya untuk selalu mentauhidkan Allah SWT.

    btw, gaya bahasa penulisannya ko berbeda dengan yang biasa... apakah ini asli tulisan bang moerad? maaf.. walaupun kisahnya memang banyak diceritakan namun dengan bahasa penulisnya yang mempunyai ciri khas masing-masing. untuk tulisan yang ini, kental melayunya bang. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. :D ya ne Liyan, di kopy dari sumber Melayu, karna lumayan bisa difahami saya dak merubah isinya...lasung tempel

      btw thanks udah repot2 buat ngecek kisah ini di surat Luqman

      Delete
    2. hoho.. begitu ya. tempel juga donk link sumbernya :D

      btw, sama-sama.. ndak repot ko, sekalian tilawah :)

      Delete
    3. ok nanti saya coba telusuri lagi link bumbernya... :bingung

      Delete
    4. waah, siiiiip... link sumbernya ternyata udah ditempel nih :D :D
      sebagai salahsatu follower blog ini turut bangga jika dapat memberi masukkan agar kredibel serta keotentikan blog ini terjaga.
      btw senang berkawan dengan adminnya yang jujur serta menghargai karya sesama blogger. :2thumbup

      Delete
    5. ah biasa aja kok Liyan....dan thanks udah mau berkawan dengan saya :D

      Delete
  3. Kisah penuh arti dn mendalam
    Hidup ini ya hidup kt bkn hidup mereka
    Jadi
    Jalani apa yang kt rasakan kt pikirkan bukn meniru cara pndang orang
    Dn saran orang
    HeheH
    Manteep kang manteep

    ReplyDelete
    Replies
    1. tentunya dengan bersandar kepada kebenaran ya Kang....sisanya terserah kata orang,,,

      Delete
  4. sepengertian saya ini ceritanya mullah nasrudin hoja hehe.. anyway.. ambil saja hikmahnya.. tengkyu Om..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Cara Efektif Mencegah Tawuran antar Pelajar

Kisah Mengharukan Sayyidina Umar bin Khattab ra.

Zikir dan Doa Pada Hari Jumat dan Malamnya