Seberapa Sering Kamu Ingat Mati?


Seberapa sering Kamu Ingat Mati?

Mengingat mati berarti kita sedang memikirkan seperti apa kita diwaktu sekarang ini, dosa apa, kebaikan seperti apa yang sudah kita lakukan, apakah memberatkan, apakah nantinya meringankan.
MENGINGAT MATI bukan selalu tentang ketakutan akan Azab kubur, Atau cerita indahnya dunia antara Alam fana dan Alam Abadi. Tapi, mengingat mati lebih dari sebuah kesadaran untuk tidak terlena oleh tipu daya dunia.
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu beliau berkata, "Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan', yaitu kematian . (HR. At Tirmidzi, Syaikh Al Albaniy dalam Shahih An Nasa'iy 2/393 berkata: "hadits hasan shahih")

Kematian merupakan persinggahan pertama manusia di alam akhirat. Al Qurthubiy berkata dalam At Tadzkirah , "Kematian adalah terputusnya hubungan antara ruh dengan badan, berpisahnya kaitan antara keduanya, bergantinya kondisi, dan berpindah dari satu negeri ke negeri lainnya."

Ibnu `Umar ra. berkata, "Suatu ketika aku datang kepada Nabi saw., dan mendapati beliau sedang berada di tengah-tengah jemaah yang jumlahnya sepuluh orang. Seseorang dari kalangan orang Anshar bertanya, "Siapakah orang yang paling cerdas dan pemurah, wahai Rasulullah ? Beliau menjawab, yaitu orang yang paling rajin mengingat mati dan orang yang paling baik persiapannya dalam menghadapinya. Itulah orang yang paling cerdas, yang akan memperoleh kehormatan di dunia ini dan kemuliaan di akhirat kelak.

FAEDAH MENGINGAT KEMATIAN:

  1. Memotivasi untuk mempersiapkan diri sebelum terjadinya kematian
  2. Memendekkan angan-angan, karena panjang angan-angan merupakan sebab utama kelalaian
  3. Menjadikan sikap zuhud terhadap dunia, dan ridha dengan bagian dunia yang telah diraih walaupun sedikit
  4. Sebagai motivasi berbuat ketaatan
  5. Sebagai penghibur seorang hamba tatkala memperoleh musibah dunia
  6. Mencegah dari berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam menikmati kelezatan dunia
  7. Memotivasi untuk segera bertaubat dan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat
  8. Melembutkan hati dan mengalirkan air mata, mendorong semangat untuk beragama, dan mengekang hawa nafsu
  9. Menjadikan diri tawadhu’ dan menjauhkan dari sikap sombong dan zhalim dan
  10. Memotivasi untuk saling memaafkan dan menerima udzur saudaranya.

Sebuah petikan ayat Al-qur'an surat Al Jumu’ah ayat 8
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".


Terakhir, sebuah do'a semoga kita termasuk golongan orang-orang cerdas karna sering mengingat mati, dan menyiapkan bekalnya dan semoga kita mati dalam keadaan iman dan islam...aamiin Ya Rab


shlawat and salam to Muhammad saw

Comments

Popular posts from this blog

10 Cara Efektif Mencegah Tawuran antar Pelajar

Kisah Mengharukan Sayyidina Umar bin Khattab ra.

Keutamaan Pemuda Dalam Islam