Sebuah Sudut Di Hati Yang Selalu Ingin Berbagi

Meninggal Dalam Satu Tarikan Nafas

Meninggal Dalam Satu Tarikan Nafas

Diposting Oleh Kiral Moerad Sunday, February 10, 2013 9 komentar

Salam alaikum sobat Ruang
Meninggal dalam satu tarikan nafas, merupakan judul postingan yang akan saya angkat pada kesempatan kali ini. Ini merupakan kisah nyata yang diceritakan oleh seseorang, tentang akhir yang baik, ketika seseorang meninggal hanya dalam satu tarikan nafas setelah membaca sahadat. Sebenarnya tulisan ini adalah komentar dari seseorang dengan id "shinta" pada sebuah diskusi yang mempermasalahkan tentang suatu ajaran dalam islam. Semoga ada hal baik yang bisa menjadi pembelajaran untuk kita dari kisah berikut.

Berikut adalah kisahnya.

Ini adalah sebuah cerita nyata, yang saya dengar dari suami saudara sepupu saya. Ketika kakeknya hendak wafat, kakeknya mengumpulkan keluarganya pd jam 23, alhamdulillah pada saat itu ada suami saudara sepupu saya di situ yang ikut menyaksikan.
Kakek dari suami sepupu saya itu berkata:
Jam 23 kakek bilang, "Nanti mau ada tamu datang menjemput saya. Saya harap keluarga jangan sedih…jangan ada yang nangis, karena nanti jam 24 saya mau pulang." Lalu si kakek memberikan wejangan-wejangan kepada keluarganya.

Mendekati jam 24 si kakek berkata, "Itu tamunya sudah datang. Ayo ucapkan assalamu'alaikum."
Pd saat itu keluarga suami dr sepupu saya bingung, dan karena ayah dan kakek mereka yg meminta mengucapkan assalamu'alaikum, maka mereka yg kumpul di dekat si kakek memenuhi permintaannya untuk mengucapkan assalamu'alaikum pd tamu yg tidak mereka lihat.
Kemudian si kakek berkata, "Sudah saatnya saya pulang. Asyhadu 'ala ilaa ha ilallaah wa asyhadu anna Muhammad darosulullaah."
Suami dari sepupu saya mengatakan, si kakek mengucapkan syahadat dengan fasih tanpa ditartil, dan meninggal hanya dengan satu tarikan nafas saja.
Subhanallah….benar-benar wafat yang sangat mudah….semoga kita semua di sini bisa wafat seperti beliau.

Lalu saya tanyakan, apa amal shaleh si kakek…koq bisa meninggal dengan mudah dan indah seperti itu.
Suami dari saudara sepupu saya menjawab, bahwa kakeknya orang yang sangat pendiam, namun sangat baik kepada sesama muslim. Tidak senang mempersoalkan hal-hal yang furu', tidak senang berdebat, senang membantu sesama muslim, dsb…intinya akhlaknya sangat baik.

Lalu saya tanyakan, apakah kakeknya tahlilan dan MAULIDAN juga seperti muslim kebanyakan?
Dan dijawab iya oleh suami dari saudara sepupu saya tersebut.

Dari situ saya memahami….bahwa Allah Swt tidak mempersoalkan hal-hal semacam itu, karena Allah SWT sangat bijaksana….karena Allah memiliki sifat yg MAHA…MAHA Bijaksana.

Justru kitalah umat Islam yang sering mempersulit diri kita sendiri…perang otot hanya karena masalah furu' yg justru akan mengantarkan kita pada kebinasaan. Karena di dalam hadist jelas dikatakan, tidak beriman orang yang tidak mencintai saudaranya sesama muslim.

Jadi bagi siapa saja, mau salaman setelah shalat atau pun tidak…mau tahlilan atau pun tidak, mau maulid Nabi Saw atau pun tidak….itu tidak masalah. Yang penting kita saling hormat menghormati, dan saling sayang-menyayangi antar umat Islam. Kita bersatu, dan berdamai dalam perbedaan penafsiran.

Jadi di sini saya juga menghimbau kepada seluruh saudaraku di sini, untuk bersatu apa pun madzhabnya. Dan jangan sebut diri kita dg sebutan2 yang kita sendiri tidak layak menyandangnya, misal "Saya Salafi, Saya Suni, atau Saya Syi’ah…" Karena jelas di dalam al-Qur’an Allah melarang kita menyebut diri kita dengan sebutan2 yg belum tentu Allah menyematkannya pada diri kita.

Lebih baik kita merendah saja….karena kita ini memang hamba yg dhoif…

shinta : diskusi masalah bid'ah

Sekian, semoga bermanfaat
wassalamualaikum




Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul : Meninggal Dalam Satu Tarikan Nafas
Ditulis/Disusun Oleh : Kiral Moerad
Tulisan Meninggal Dalam Satu Tarikan Nafas pada Blog POJOK MOTIVASI ini memang di bawah DCMA Protected. Tapi Bebas kok di COPAS dan di posting Ulang asalkan link sumbernya tetap disertakan, terima kasih atas kerjasamanya.
  • Check google pagerank for ruangfana.blogspot.com

9 comments:

Rizky hasti febdilan said...

yupss, bener bgt kak, apapun mashab, warna kulit, suku bangsa, kita adalah SATU kita adalah umat ISLAM yang harus saling menjaga dan melindungi satu sama lain, dan mari kita hapus adanya rasa perbedaan di dalam diri kita, aku dan kamu adalah kita, salafi Muhammadiah NU adalah ISLAM, kita adalah satu, mungkin kita memiliki cara dan pandangan yang berbeda beda namun bukankan tujuan kita sama yaitu beriman dan bertaqwa kepada ALLAH SWT, dan sama sama ingin menuju syurga Sbg tempat yang kekal dan abadi,

dan mari kita tunjukkan kepada Dunia bahwa kita SATU, bahwa ISLAM itu Damai, ISLAM itu Indah...

Semangaaaaaaaaat : D

Rizky hasti febdilan said...

yaaah,, salah ngomong lagi, maklum kurang pengetahuan qi,,, maap maap,, sbnrnya niatnya qi baik kok, : D hehe

moerad qrad said...

Salafi?
gak ah....tapi bagi salafi yang tidak munsifati Allah dengan sifat2 mahluk...mungkin bisa saja....
Maaf, ini bukan mebeda2 kan, atau menganggap diri paling benar...tapi jika kita tidak tegas dalam hal akidah islam....mau di bawa kemana iman kita?

moerad qrad said...

dak kok Q...hanya terkadang ketegasa dibutuhkan, kalo sudah bertentangan dengan akidah islam

Rizky hasti febdilan said...

hehe,, hmm,, dan qi musti banyak blajar, banyak pengetahuan dll,, ya kan kakak ?

moerad qrad said...

Yup....kita memang harus terus belajar, tua muda, cowo cewe,,,
Karna semakin banyak belajar, semakain banyak kesalahan,,,Diam, merunduk, "ilmu padi" seperti kata orang...

rika pratiwi siregar said...

SUBHANALLAH ALLAHUAKBAR semoga kita juga kelak seperti kakek tersebut aamiin aamiin Ya Allah

moerad qrad said...

aamiin ya Allah....

Fajrizal Armambo said...

boleh berbagi kisah datangnya kematian nih...???

Post a Comment