HUJAN? SELAMAT DATANG

Hujan-Selamat-Datang

Aku hampir bisa mendengar nyanyian rumput rumput liar dan merdunya musik dedaunan yang diterpa tetesan air hujan. Awan gelap yang menyelimuti, ternyata tak mampu membungkam suasan bahagia alam raya menyambut turunnya hujan tahun ini.
Aku bahagi, terbawa suasana, dan ikut menari bersama dahan dahan rindang yang mulai nampak kedinginan, berteriak, tertawa berlari di ladang ladang yang dulu gersang, yang dulunya kering kerontang. Ya..ini adalah hujan yang dinanti nanti, hujan yang menjawab doa doa pepehonan yang mulai cemas terbakar matahari, hujan yang menjawab doa burung burung hutan yang hampir putus asa dalam perihnya siksa dahaga, Hujan yang menjawab doa Ku, mungkin doa kita semua, semoga pohon pohon iman, semoga rumput rumput kebajikan, semoga biji biji kabaikan yang telah kita tanam bisa tumbuh dan berkembang, menciptakan tunas dan batang batang iman baru yang kuat dan kokoh, menciptakan dahan dahan rindang yang lebat menaungkan.

.......................
Hujan mulai hilang berlalu, dan mentari mulai mengendap endap dibelakang awan yang mulai bertebaran kembali pulang setelah menyaksikan pesta kecil mahluk bumi. Tidak tampak lagi kecemasan, tidak terdengar lagi tangis keputus asaan, tidak terlihat lagi debu debu hitam berterbangan, yang terlihat hanya lambaian dedaunan yang penuh semangat untuk kembali menantang panasnya mentari.

Hujan,,, aku selalu yakin kau akan datang, kau akan datang menghapus jejak jejak dosa kusam yang mulai terlupakan, kau akan selalu datang untuk menyirami tandusnya ladang ladang iman kami, kau akan selalu datang untuk memberikan semangat dan harapan baru untuk kembali berjuang menapaki jalan jalan licin nan berbatu---kau akan selalu datang sebagai pesan, akan betapa besar kasih sayang yang dimilikiNYA.

Hujan,,, aku akan selalu merindukanmu, seperti aku merindukan mentari ketika bumi ini mulai terlalu basah oleh air mata yang membanjiri. Aku akan selalu merindukanmu, seperti rindunya pepohonan, sepertinya rindunya biji biji kering yang berterbangan, serprtinya rindunya bunga layu yang tak sempat indah memekar.

Hujan---selamat datang, selamat datang di ladang ladang bumiku, selamat datang di sini, dihatiku, hati kecil kami.

moerad qrad

Comments

  1. hujan itu indah kala kita merasa indah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seger. semua kembali bersemangat. Tapi hujan kemaren sepertinya hanya titipan salam dari musim hujan, karena dia masih belum bisa menemani untuk secepatnya. Dia masih sibuk ngumpulin tentara dari buih-buih lautan.

      Delete
    2. semua pasti akan terasa indah jika kita bisa menuyikapinya dengan hati yang indah...setuju kang Rynem

      Delete
  2. Ada yang suka hujan cpet dateng,,,ada juga yang kaga suka hujan lama dateng...

    Ea semoga karena ALLAH

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kang Ahmad, apapu itu, datangnya dari Allah swt. tidak ada yang tidak patut kita syukuri

      Delete
    2. Setelah saya perhatikan terenyata Komennya kang ahmad keren, dua-duanya berarti maunya hujan cepet dateng dong.. hahaha..

      Delete
    3. Sama kang Khaerul, saya juga baru merhatiin, ternyata komeng dari kang ahmad, dua2-nya ngarep hujan...

      Delete
  3. Hujan...tu rahmat..mentari tu rahmat...
    Puisi yg baik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju knag Hanif, semua adalah rahmat yang patut kita syukuri

      Delete
  4. AIR.......

    Dimusim kemarau engkau tiada
    dicari orang kemana mana
    banyak manusia ,hewan,dan tumbuhan yg merindukanmu
    panas menyengat menjadi teman keseharian
    kebakaran pun terjadi dimana mana......

    KINI........
    musin hujan telah tiba...
    kamipun tak lagi dahaga..
    namun karena hadirmu yang sangat berlimpah
    banjirpun datang melanda........


    # Bingung bin Galau
    - kemarau - kebakaran
    - Hujan - kebanjiran

    # DiSyukuri saja lah...^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. panas ataupun hujan tetap merupakan nikmat yang tak terkira dari Allah swt...dan tak ada celah sedikitpun untuk tidak mensyukurinya,,,saya yakin, kesalahan adalah karna perbuatan kita, perbuatan serakah nafsu kita, sehingga banjir dan kebakaran bisa melanda,,,,mungkin tak perlu disebutkan keadaan linkungan hidup akibat dari keserakahan manusia saat ini...

      #di syukuri aja....sekali lagi setuju sama neng Annisa

      Delete
  5. hujan, nikmat yang tiada tara dariNya, lalu, kenapa nikmat itu kadang menjadi bencana? tanya pada rumput yang bergangnam style *ehh yang bergoyang maksudnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah dak perlu bingung, jawaban sudah kita tau!!!ngapain harus menggila dan bertanya kepada rumput yang bergangam style segala :D

      Delete
  6. selalu ada lagu dibalik suara hujan,,lagu yg hanya mampu didengar oleh orang yg sedang merindu...ahh..hujan...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

10 Cara Efektif Mencegah Tawuran antar Pelajar

Downlaod Terjemahan Kitab Ihya Ulumuddin [Imam Al-ghazali]

Kisah Mengharukan Sayyidina Umar bin Khattab ra.