Sebuah Sudut Di Hati Yang Selalu Ingin Berbagi

Habib Rizieq Vs Ustad Wahabi Yazid Jawas

Habib Rizieq Vs Ustad Wahabi Yazid Jawas

Diposting Oleh Kiral Moerad Thursday, February 21, 2013 56 komentar
Debat-Habib-Rizieq

Salam alaikum sobat Ruang
Pada kesempatan kali ini, saya ingin sharing komentar Habib Rizieq terhadap sebuah buku dengan judul "Mulia dengan Manhaj salaf" yang dikarang oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, seorang ustad Wahabi. Habib Rizieq Vs Ustad Wahabi Yazid Jawas adalah judul yang diangkat untuk tulisan kali ini.


Semoga dengan mendengar uraian yang akan disampaikan oleh Habib Rizieq di bawah ini, akan memperjelas permasalahan yang ada pada buku "Mulia dengan Manhaj Salaf ini" karna pada beberapa tulisan yang saya temui malah mereka mengatakan Habib Rizieq-nya yang perlu di luruskan. Saya bukan orang FPI, tapi setelah mendengar uraian dari beliau tentang permasalah pada bab penutup (bab 13) di buku ini, sangat jelas sekali, memang buku inilah yang perlu diluruskan.

Harapan saya dengan sharing tulisan ini, agar jangan sampai kita ikut faham seperti suatu golongan yang hidup di jaman Nabi, dimana golongan ini saking merasa hebat dan benar, sampai menganggap nabi sendiri tidak berlaku adil pada suatu permasalahan. Yup mereka adalah kaum Dzul Khuwaishirah, silahkan baca selengkapnya di sini Kenali siapa Dzul Khuwaishirah.

Habib Rizieq mengomentari bab 13 pada Buku "Mulia dengan Manhaj Salaf" dimana dalam bab ini dituliskan bebera firqoh sesat menyesatkan yang di dalamnya terdapat golongan ashari, maturidi, para sufi, jamaah tabligh, ikhwanul muslimin, dll.

Untuk lebih jelasnya silahkan dengarkan langsung penjelasan dari Habib Rizieq dalam membantah bab 13 pada buku "Mulia dengan manhaj salaf"


Sekian, silahkan sebarkan dan bagikan agar teman saudara dan keluarga kita tidak ikut terjerumus kedalam faham yang disebutkan dalam uraian dari habib rizieq di atas. Habib Rizieq Vs Ustad Wahabi Yazid Jawas

Wassalamualaikum.


Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul : Habib Rizieq Vs Ustad Wahabi Yazid Jawas
Ditulis/Disusun Oleh : Kiral Moerad
Tulisan Habib Rizieq Vs Ustad Wahabi Yazid Jawas pada Blog POJOK MOTIVASI ini memang di bawah DCMA Protected. Tapi Bebas kok di COPAS dan di posting Ulang asalkan link sumbernya tetap disertakan, terima kasih atas kerjasamanya.
  • Check google pagerank for ruangfana.blogspot.com

56 comments:

Rizky hasti febdilan said...

Keren kak, kereeen bgtzz, Habib Rizieq detail bgt jeelasinya, musti hati hati neh milih buku,,

moerad qrad said...

yup bener....

Anonymous said...

mana bantahan habib rizieknya??
kom gak ada?

moerad qrad said...

Gile-nya saya upload di soundcloud, dan bisa diputer langsung di sini,,,tapi
mungkin browser yang kang anon pake dak support untuk view soundcloud content.....
insyaAllah nanti sya kasi link downloadnya juga,,,

Ferry Taufan said...

Bagaimana bisa seorang habib rizeq membantah didalam radio syiah, yang jelas2 syiah sendiri sudah jelas sesat menyesatkan, yg perlu diluruskan si habib ini, bagaimna ko bs pemahaman habib (FPI) yang sering anarkis yg qita lihat di tivi, bantahan habib tanpa dalil tapi pake akal..

moerad qrad said...

Radio syiah, pake akal...coba denger ulang lagi dah kang Ferry...

Anonymous said...

http://kajian.net" >Koleksi Ceramah Islam MP3

Haris Oktora said...

Kbanyakan pd taklid buta,harusnya nte2 pada baca tuh buku dl trus dicerna,diliat dalil2nye shahih ape nggak..dibilang sesat ma kafir beda gan..sesat blm tentu kafir tp kl kafir dh tentu sesat..maaf gan cm skedarsharing opini aj

moerad qrad said...

Biarpun pake hadis sahih kalo mata sebelah, tetep nyungsep

kenshiela ida said...

yg pada taqlid buta pada pemimpinnya..ingatlah bahwa 72 golongan semua juga punya pemimpin...tpi mereka sesat semua..jadi berlomba-lombalah mencari yg lurus yg berpegang teguh pada Al-qua'an dan As-Sunnah...(yg murni, tanpa ada tambahan2 dalam syariat).. mumpung nyawa msh dikandung badan, krn klo gak kita akan menyesal..

moerad qrad said...

saya yang share tulisan ini, dan saya bukan orang fpi, tapi saya menemukan kebenaran dalam apa yang disampaikan oleh habib riziq.....ingat ini bukan tentang kelombpok FPI tapi sanggahan habib riziq terhadap seorang ustad wahabi yang seenak udel nyesatin semua ulama nu, ulama 4 mazhab, asyiari, matturidi..dll coba denger dah biar jelas....

Kalo anda cuman baca judul lalu komentar,,,ya komentarnya kayak anda ini....taqlid buta sama pemimpin anda bilang....anda salah kan,,,,sekali lagi saya bukan fpi......

kenshiela ida said...

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan munculnya perselisihan di akhir zaman dan memberikan solusinya yaitu dengan berpegang kepada sunahnya dan sunah khulafa Rasyidin yang tertunjuki setelahnya. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga telah mengabarkan bahwa umatnya akan berpecah belah menjadi 73 golongan dan yang selamat hanya satu, beliau mengabarkan bahwa kelompok yang selamat itu adalah apa yang yang dipegang oleh beliau dan para shahabatnya.
 
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani[1] dari Abu Waqid bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتْنَةٌ. فَلَمْ يَسْمَعْهُ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ فَقَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ: أَلاَ تَسْمَعُوْنَ مَا يَقُوْلُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ؟ فَقَالُوْا : مَا قَالَ ؟ قَالَ : إِنَّهَا سَتَكُوْنُ فِتْنَةٌ فَقَالُوْا : فَكَيْفَ لَنَا يَارَسُوْلَ اللهِ ؟ وَكَيْفَ نَصْنَعُ ؟ قَالَ : تَرْجِعُوْنَ إِلىَ أَمْرِكُمُ اْلأَوَّلِ.
“Sesungguhnya akan terjadi fitnah.” Akan tetapi kebanyakan shahabat tidak mendengarnya, Mu’adz berkata, “Apakah kalian mendengar apa yang disabdakan oleh Nabi?” Mereka berkata,  “Apa yang disabdakan oleh beliau?” Ia berkata, “Sesungguhnya akan terjadi fitnah.” Mereka berkata, “Lalu bagaimana dengan kami wahai Rasulullah, apa yang harus kami lakukan?” Nabi bersabda, “Kembalilah kepada urusan kamu yang pertama!”
 
Urusan kamu yang pertama yaitu yang dipegang oleh para shahabat sebelum mereka berselisih, itulah jalan yang telah diberikan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam agar kita menitinya. Dan perintah Nabi ini telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh generasi tabi’in, tabi’uttabi’in dan para ulama setelahnya, mereka menghormati para shahabat dan mengambil pendapatnya, di antara ulama yang amat kuat berpegang kepada atsar para shahabat adalah Imam Asy Syafi’i rahimahullah.

Imam Asy Syafi’i berkata, “Allah telah menyanjung para shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam Alquran, At Taurat, dan Injil, dan mereka telah meraih keutamaan yang tidak diraih oleh generasi lainnya melalui lisan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka Allah merahmati dan memberikan selamat kepada mereka, karena mereka telah mencapai kedudukan yang paling tinggi kedudukan para siddiq, para syuhada, dan shalihin.
Merekalah yang menyampaikan kepada kita sunah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, sementara mereka menyaksikan wahyu yang turun kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mengetahui apa yang diinginkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang bersifat umum, khusus, wajib, dan irsyad (bimbingan), mereka mengetahui sunahnya yang kita ketahui dan yang tidak kita ketahui.
 
Mereka berada di atas kita pada setiap amalan, ijtihad, wara’, akal, dan ilmu yang dibutuhkan padanya ilmu dan istinbath. Pendapat mereka paling terpuji untuk kita dan lebih baik dari pendapat kita sendiri. Dan ulama yang kita temui dari ulama yang diridhai bila tidak menemukan sunah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengambil pendapat para shahabat jika bersepakat atau pendapat sebagian mereka jika berselisih, demikianlah pendapat kami; tidak keluar dari pendapat para shahabat dan jika salah seorang dari mereka berpendapat dan tidak diselisihi oleh shahabat lain, kami pun tetap mengambil pendapatnya“.

kenshiela ida said...

Khusunya untuk saudara-saudaraku yg suka menyebut-nyebut wahabi...pelajari dulu apa sih wahabi..? apa pemahaman mereka? dan apakah orang yang berusaha mengikuti pemahaman para salafus sholeh yg jelas-jelas di sebut Rasulullah saw sbg generasi terbaik beliau itu saudara anggap sebagai wahabi (antek yahudi...?). Dan apa bener wahabi itu antek yahudi? Alangkah dangkal ilmu kita dan sudah berani membuat pernyataan2 tanpa dasar ilmu. Sungguh kita akan mempertanggungjawabkan lisan kita di hadapan Alloh swt kelak. maka berhati-hatilah..

kenshiela ida said...

paling enak ya jangan ikut firqoh-firqoh...gak akan obyektif dalam beragama..malah bingung... ikutin pemahaman yg lurus..yaitu pemahaman para salafus sholeh yang nyata-nyata sudah disebut oleh Roasululloh saw sebagai generasi terbaiknya... Islam itu sebenarnya mudah, hanif...Alloh tidak menghendaki kesusahan kepada para hamba-Nya. Alloh sudah menyempurnakan agamaNya. maka jangan menambah2 syariatNya karena akan sia-sia seluruh ibadah yg dilakukan jika tidak ada dasar tuntunannya..sudah capek2...gak ada gunanya lagi..

Kiral Moerad said...

terimakasih urain panjang lebar di atas wahai saudraku :D
sebenarnya inti dari saya share tulisan diatas adalah kehati2an kita dalam mengambil faham, karna banyak yang berkoar2 kembali ke quran dan sunnah malah nyungsep....

ya saya setuju,,,ikuti para salafussaleh....terutama imam 4 mazhab yang sanandnya jelas....ulama nu, ulama muhammadiyah di indonesia...

nah dalam postingan diatas itu yang disesatkan oleh si yazid jawas...yah mungkin tidak semua wahabi, tidak semua sunni, tidak semua syah......tidak semua.....tapi tetep hati2 sama faham yang suka menyesatkan umat islam, enteng menunjuk sesat ulama islam, merasa paling benar, paling berhak, (ini sudah diperingatkan nabi juga) mereka keras terhada umat islam, lemah lembut terhadap kafir dan yahudi (bisa lihat di timur tengah sekarang) sebut saja negara saudi,.....

kenshiela ida said...

saudaraku...InsyaAlloh seseorang yang faham akan ilmu syar'i yg berusaha mengikuti pemahaman yg lurus (para salafus sholeh), maka tidak mungkin secara logika mereka adalah antek yahudi.

Nama atau istilah Wahabi tidak lepas dari pemikiran dan perjuangan ulama Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab. Ia dikenal sebagai ulama pembaharu atau penyeru pemurnian (purifikasi) pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.

Ia berdakwah memerangi perilaku syirik, bid’ah, khurafat, dan tahayul di kalangan umat Islam. Abdul Wahab menilai, kemunduran umat Islam terjadi karena mereka sudah jauh dari Islam yang murni, yakni praktik ibadahnya sudah bercampur dengam hal-hal berbau bid’ah, khurafat, dan tahayul yang tidak ada ajarannya dalam Islam.

Muhammad bin Abdul Wahhab (1701 – 1793 M) lahir di Kampung Ainiyah, Najd, Arab Saudi, dari kabilah Bani Tamim. Bukunya bertajuk Kitab al-Tauhid. Para murid dan pendukungnya disebut Wahabi.

Namun, para pendukungnya menolak disebut Wahabi, karena pada dasarnya ajaran Ibnu Wahhab adalah ajaran Nabi Muhammad Saw, bukan ajaran tersendiri. Karenanya, mereka lebih memilih untuk menyebut diri mereka sebagai Salafis atau Muwahhidun, yang berarti “satu Tuhan”.

Ia memberantas khurafat seperti menganggap “keramat” makam para ulama yang dinilai berbahaya bagi tauhid umat. Sikap tegas dan tanpa kompromi dalam masalah akidah membuat ia dikenai banyak tuduhan atau fitnah.

Abdul Wahab wafat tanggal 29 Syawal 1206 H/1793 M, dalam usia 92 tahun. Jenazahnya dikebumikan di Dar’iyah (Najd). Demikian catatan singkat tentang Wahabi atau Abdul Wahab berdasarkan sumber-sumber yang diyakini kebenarannya..

kenshiela ida said...

Wahabi (Wahabiyah, Wahabisme) dan Salafi (Salafiyah, Salafisme) menjadi “trending topics” dalam wacana gerakan Islam akhir-akhir ini. Keduanya digambarkan dalam media-media Barat dan sekuler sebagai kelompok “radikal”, militan, garis keras, atau konotasi negatif lainnya.

Di sisi lain, hampir semua ormas Islam menyatakan diri bermadzhab atau aliran Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Dengan demikian, Salafi, Wahabi, dan Aswaja hahikatnya adalah umat Islam yang memegang teguh rukun iman dan Islam, berpedoman kepada Al-Quran dan Sunnah. Julukan dan pemberitaan ”miring” tentang Salafi dan Wahabi hanyalah upaya ”pihak lain” yang hendak mengadu-domba atau memecah-belah umat Islam. Wallahu a’lam bish-Shawab.

Jadi saudaraku, sebelum kita membuat pernyataan apalagi kita belum tahu betul apa sih sebenarnya pokok masalah yg akan kita sampaikan, seyogyanya kita sangat hati-hati. Jangan pula kita mudah termakan fitnah2 yg ditujukan oleh seseorang yg notabene kita juga gak tahu apa yg difitnahkan itu benar atau salah.

Ya Alloh, hamba sudah menyampaikan yang dari Rasul-Mu, maka saksikanlah...

Kiral Moerad said...

ya terimakasih lagi atas uraian panjang lebar di atas.....bener tuch harus hati2...saya juga pernah baca kisah muhammad bin abdul wahhab....dan insyaAllah saya tau betul poko permasalahan yang disampaian dalam ceramah diatas....apakah saudaraku sudah denger ceramahnya habib rizik di atas, atau mungkin saudaraku bisa konfirmasi bahwa bab terakhir dalam beuku yazid jawas tidak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh habib rizik...tolong di konfirmasi.....biar jelas apa saya tidak tahu betul atau sebaliknya...thanks

Kiral Moerad said...

ya saya pribadi juga menyayangkan dikalangan masyarakat kita sekarang banyak yang "taqlid buta" seperti yang anda tuduhkan di awal....umat islam juga berblog-blog, berogranisasi itu dan ini....tapi tentu tidak bijak jika beberapa orang dalam suatu kelombpok atau organisasi yang melenceng lantas kita cap sesat kafir satu kelompok atau organisasi tempat kemlompok orang tersebut....seperti yang saya katakan diatas, mungkin tidak semua wahabi, tidak semua sunni, tidak semua syiah,,,tidak semua

dan saya juga setuju seperti yang dibilang habib rizik, kita sangat menghargai ide-ide dari kalangan wahabi tentang penegakkan sunnah nabi....tapi marilah lebih bijak menerima perbedaan, selama perbedaan tersebut tidak merusak akidah dan hal2 pokok lain dalam agama

kenshiela ida said...

Ahlussunnah sangat hati-hati dalam mengkafirkan seorang muslim, karena mengkafirkan seorang muslim sangat berbahaya akibatnya, baik bagi yang di tuduh atau si penuduh. Seseorang hendaknya tidak masuk dalam perkara ini kecuali dengan dalil dan bukti yang jelas, dan selama masih ada jalan untuk menghindari perkara ini maka harus di tempuh, karena pengkafiran seorang muslim ini merupakan pintu yang sangat berbahaya dan tidak semua orang boleh memasukinya.

Tentang pengkafiran (takfir) terhadap seorang muslim Nabi  telah memperingatkan hal ini, beliau bersabda, “Siapa saja seseorang yang mengatakan kepada saudaranya, “hei kafir” maka julukan itu akan kembali kepada salah seorang dari keduanya. Jika orang yang dituduh itu benar, maka sesuai dengan apa  yang dituduhkan, tapi jika tidak, maka tuduhan itu akan kembali kepada yang melemparkannya.” (HR. Muslim). Di dalam hadits yang lain Rosululloh  juga bersabda, “Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekafiran, kecuali akan kembali kepada si penuduh jika orang yang dijuluki itu tidak demikian keadaannya.” (HR. Bukhori)

Jadi ahlussunnah wal jama’ah menyatakan kufur atau takfir mutlak misalnya dengan mengatakan, “Barangsiapa menyatakan begini-begini atau melakukan perbuatan demikian maka ia kafir” dan ini di ucapkan dengan mutlak oleh ahlussunnah wal jama’ah. Tetapi jika perkara tersebut terkait orang-perorang tertentu yang mengucapkan kalimat kekufuran atau perbuatan tersebut, maka ahlussunnah tidak serta-merta mengkafirkan orang tersebut sehingga terkumpul pada orang itu syarat-syarat takfir dan tidak ada lagi mawani’ atau penghalang-penghalangnya. Jika semua itu telah terwujud, maka telah tegak hujjah bagi orang tersebut.

Inilah kaidah yang penting sekali yang membedakan ahlussunnah dengan yang lainnya. Karena takfir bukan hak semua orang, dimana semua orang bisa mengkafirkan orang lain sesuka hatinya. Karena takfir adalah hukum syar’i maka harus dikembalikan kepada kaidah-kaidah hukum syara’.
Maka siapa yang Alloh  dan Rosul-Nya telah mengkafirkannya dan telah tegak atasnya hujjah maka dialah orang yang kafir. Jadi semua harus dikembalikan kepada syari’at Alloh.

Saya bukan membela seorang yazid jawas yang memang notabene cukup dalam ilmunya, dan setahu saya beliau sangat berhati-hati dalam membuat pernyataan, apalagi mengkafir-kafirkan tanpa dasar hukum syara'. Orang yang berpegang teguh pada sunnah nabinya, tentu saja tahu betul konsekuensinya jika mengkafirkan orang lain tanpa dasar syar'at.

Saya pernah membaca suatu makalah yang mengatakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah  adalah orang yang gampang mengkafirkan orang lain bahkan menjuluki beliau dengan julukan Khawarij (orang yang keluar dari golongan kaum muslimin) dan menyebut para mujadidin (ulama pembaharu) dari kalangan ahlussunah dengan sebutan Khawarij, karena mereka dengan mudah mengkafirkan kaum muslimin dan menghalalkan darah mereka dan seterusnya.
Padahal justru jika kita baca kitab-kitab yang di tulis mereka sendiri, baik itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah , Muhammad bin Abdul Wahab , dan lain-lain, mereka sangat hati-hati, tidak serampangan dan sembrono dalam mentakfir dan ini jelas sekali tertulis dalam kitab-kitab mereka. Dan takfir mereka itu jelas bersifat mutlak dan tidakmu’ayan kecuali bagi orang-orang yang sudah jelas tegak hujjah atasnya.
Jadi mereka yang mengatakan bahwa ahlussunnah, dan lebih khusus lagi ulama-ulamanya mudah mengkafirkan dan seterusnya, mereka hanya mendengar subhat dan tidak melihat serta membaca sendiri kitab-kitab atau karya yang ditulis oleh ulama-ulama tersebut.

Kiral Moerad said...

bukan membela yazid jawas ya tapi membenarkan kan? :D
sedalam apapun ilmunya tetep saya pribadi tidak setuju kalo dia menyebut kalangan ashari, matturidy firqoh sesat.....karna kalo mereka dianggap sesat trus mana yang lurus, ahlussunnah dari dulu ya golongan ini....

saya juga banyak baca tentang biografi ibnu taymiah dan muhammad ibnu wahab....mereka memang terkenal pakar hadis,,,,tapi saya belum menemukan ulasan yang menjelaskan tentang sanad ilmu beliau berdua,,,selain kabar bahwa mereka beliau berdua belajar dari kitab2 para ulama tanpa bertemu langsung dengan ulamanya.....koreksi jika saya salah,,,,saya sebenarnya juga tidak 100% menolak dan menerimanya, atau kata kasarnya "i dont care" selama tidak menimbulkan perpecahan seperti sekarang ini, perdebatan ini.....
Karna untuk masalah2 hukum syar'i saya lebih ke ulama 4 mazhab...walopun ilmu saya mungkin tidak sebanding dengan mereka yang enteng tunjuk sesat kiri dan kanan....

kalo kata habib riziq dalam mp3 diatas...tak apalah menganggap diri paling benar, paling lurus, paling berhak masuk syurga, paling ini dan itu....tapi jangan seenak hati tunjuk sesat kiri kanan, palagi yang dibilang sesat jumhur ulama,,,,bayangkan berapa ulama yang disesatkan itu.....

kenshiela ida said...

“Dan Barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”. (QS. An-Nisa: 115)

Hal itu dikuatkan dengan sabda Rasulullah saw :
خيرالنّاس قرني ثمّ الذين يلونهم ثمّ الذين يلونهم
“Sebaik-baik manusia adalah (orang yang hidup) pada masaku ini (generasi Sahabat), kemudian yang sesudahnya (generasi Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (generasi Tabi’ut Tabi’in)”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Salaf Sholeh ini mempunyai nama-nama lain diantaranya adalah Ahlu Sunnah wal Jama’ah, sebagaimana yang disebutkan oleh Abdullah bin Abbas ra, ketika menafsirkan firman Allah swt :
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ
“Pada hari yang diwaktu itu, ada muka yang putih berseri dan adapula muka yang hitam muram”.(QS.3:106)

Abdullah bin Abbas berkata: “Muka yang putih berseri adalah muka Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan muka yang hitam muram adalah ahli bid’ah dan furqoh (perselisihan)”.

sabda Rasulullah saw :
لتتّبعنّ سنن من كان قبلكم شبرابشبروذراعا بذراع
“Sungguh kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta...”. (HR. Bukhari dan Muslim).
As-Sunnah secara istilah (terminologi), yaitu: petunjuk yang telah ditempuh Rasulullah saw dan para sahabatnya baik berkenaan dengan ilmu, aqidah, perkataan, perbuatan maupun ketetapan. Kata sunnah juga merupakan lawan dari bid’ah.

Jadi yg masuk ke dalam golongan ahlu sunnah wal jama'ah adalah orang-orang yang mereka yang berpegang teguh pada sunnah Nabi Muhammad saw, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejak dan jalan mereka, baik dalam hal aqidah, perkataan, maupun perbuatan, juga mereka yang istiqomah (konsisten) dalam berittiba’ (mengikuti sunnah Nabi saw) dan menjauhi perbuatan bid’ah. Diluar itu, sudah bisa dipastikan mereka sudah masuk ke dlm 72 golongan yang lain.

Beberapa karakteristik Ahlu Sunnah wal Jama’ah secara umum, diantaranya adalah :
1. Sumber pengambilan hukum mereka hanyalah al-Qur’an dan as-Sunnah.
2. Mereka bersikap pertengahan diantara sifat melampui batas (berlebih-lebihan) dan sifat meremehkan, dalam segala hal, baik dalam masalah aqidah, hukum, maupun akhlak.
3. Mereka tidak mempunyai imam, pemimpin, ataupun tokoh yang dikultuskan kecuali Rasulullah saw.
4. Mereka berkeyakinan bahwa semua pendapat atau perkataan dari siapapun juga, bisa ditolak ataupun diterima ( bisa salah dan benar), kecuali perkataan Rasulullah saw.
5. Mereka menghormati dan menjunjung tinggi para Salafush Shalih ( Sahabat, Tabi’in dan Tabi’u Tabi’in) dan berkeyakinan bahwa manhaj hidup mereka adalah manhaj yang paling lurus dan selamat, mereka paling banyak ilmunya dan paling bijaksana dalam mengambil sikap.
6. Mereka menolak takwil (penyelewengan suatu nash dari makna yang sebenarnya) khususnya dalam Asma’ dan Sifat.
7. Mereka menyerahkan diri secara bulat-bulat kepada Syariat Islam, walaupun kadang mereka tidak bisa mencerna hikmah yang terkandung di dalamnya.
8. Mereka lebih mendahulukan nash yang shahih daripada akal (logika) belaka dan menjadikan akal dibawah nash.
9. Mereka memadukan antara seluruh nash-nash dalam satu permasalahan dan mengembalikan (ayat-ayat) yang mutasyabihat (ayat-ayat yang mengandung beberapa pengertian/tidak jelas) kepada yang muhkam (ayat-ayat yang jelas dan tegas maksudnya).

wallohualam bi showab.

kenshiela ida said...

Pada jaman sekarang ini, kebanyakan kalau ada perselisihan akan langsung dikembalikan kepada 4 imam dengan madzabnya. Kita lupa seperti apa kedudukan perkataan nabi dibanding dengan pendapat 4 imam tsb. Kita mungkin juga lupa bagimana Alloh dan RasulNya telah memperingatkan agar kita kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah jika terjadi perselisihan.

Sebagai contoh yaitu Imam Al-Syafi’I dan Mazhab Syafi’i adalah dua perkara yang sangat berbeda. Mungkin ada yang tidak tahu bahwa tidak semestinya apa yg dinyatakan oleh Imam Syafi’i diterima dan digunakan di dalam mazhab Syafi’i, dan tidak semestinya apa yang dipegang oleh Mazhab Syafi’I itu dipegang oleh Imam Al-Syafi’i.

Al-Imam Al-Syafi’i memang merupakan pengasas kepada pembentukan mazhabnya. Namun, beliau bukan menyeru manusia agar mengikutinya.
Syaikh Al-Albani memberikan prinsip asas tentang bagaimana Imam Al-Syafi’i sangat menitik beratkan supaya setiap permasalahan itu dikembalikan kepada Al-Quran dan Al-Sunnah.
Di dalam kitab Sifat Shalat Nabi, Syaikh Al-Albani rahimahullah menceritakan metodologi asas Imam Al-Syafi’i adalah sekiranya timbul suatu perselisihan hendaklah kembali merujuk kepada Al-Quran dan Al-Sunnah. Sekiranya perkataannya menyelisihi Al-Quran dan Sunnah, beliau rahimahullah memerintahkan supaya meninggalkan perkataannya dan mengambil Al-Quran dan Al-Sunnah. Ini adalah metodologi Imam Al-Syafi’i.
Namun yang berlaku adalah keterbalikan pada hari ini. Segala perselisihan yang berlaku kita kembalikan kepada mazhab Syafi’i. Mazhab Syafi’i berbeda dengan Imam Al-Syafi’i. Bahkan kalau kita kembalikan kepada Imam Syafi’i sekalipun, kita tidak nampak usaha untuk mengembalikan kepada yang lebih mulia daripada Imam Syafi’i iaitu Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat.
Walaupun kita beralasan bahawa Imam Al-Syafi’i memang mengikut Nabi, namun siapakah yang lebih kita angkat, yang lebih kita puji, yang kita dahulukan di dalam perkataan dan ucapan kita? Adakah kita lebih mengangkat mazhab Syafi’i atau Muhammad Rasulullah?

kenshiela ida said...

Pendapat Ulama Islam dari Kalangan Madzhab yang Empat Tentang Asy’ariyah

1. Ulama Malikiyah
Diriwayatkan dari Ibnu Abdil Barr al-Maliki yang bergelar “Hafizh Maghrib” (Alim dari Maghrib/Marokko) dari faqih Malikiyah Ibnu Khuwaiz Mindaz dengan sanadnya, bahwa beliau berkata dalam bab Syahadat -ketika menjelaskan perkataan Imam Malik “Tidak boleh persaksian ahlul bid’ah dan hawa“-, “Ahlul hawa menurut Malik dan seluruh penganutnya ialah ah­lul kalam. Maka setiap ahli ka­lam adalah ahlul ahwa’ dan dan bid’ah, baik dia bermadzhabkan Asy’ariyah maupun bukan, tidak diterima persaksiannya dalam Islam selama-lamanya, diboikot dan dihukum atas perlakuan bid’ahnya, jika masih berlanjut diminta bertaubat (kalau tidak maka dibunuh, Pen.).” (Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlihi, Ibnu Abdil Barr, 2/117, tahqiq Utsman Muhammad Utsman)

2. Ulama Syafi’iyah
Berkata Imam Abul Abbas bin Juraij yang bergelar “Syafi’i Kedua” -kebetulan beliau semasa dengan al-Asy’ari-, “Kami tidak setuju dengan takwil Mu’tazilah, Asy’ariyah, Jahmiyah, Mulhidah, Mujassimah, Musyabbihah, Karamiyah, Mukayyifah. Akan tetapi kami menerimanya tanpa takwil dan beriman denganhya tanpa tamtsil”[11]
Berkata Imam Abul Hasan al-Karji dari ulama Syafi’iyah pada abad kelima, “Para ulama Syafi’iyah selalu tidak mau jika mereka dinisbatkan kepada Asy’ariyah. Bahkan mereka berlepas diri dari semua pemahaman madzhab Asy’ari, melarang pengikut dan para sahabat mer­eka mendekat kepada madzhab tersebut, sesuai dengan berita yang aku terima dari beberapa ulama dan para imam.” Kemudian beliau mencontohkan seperti syaikh Syafi’iyah pada masanya, Imam Abu Hamid al-Isfirayini -yang bergelar dengan “Syafi’i Ketiga“-, seraya berkata, “Sudah dimaklumi bersama tegasnya Syaikh (al-Isfirayini) terhadap ahli kalam, sehingga beliau memilah antara ushul fiqh Syafi’i dengan ushul Asy’ari. Sikap yang sama diperlihatkan pula oleh Abu Ishaq asy-Syirazi dalam . kedua kitab beliau, al-Luma’ dan at-Tabshirah. Sampai-sampai jika ada persamaan antara perkataan Asy’ari dengan perkataan ulama Syafi’iyah, beliau tetap bedakan dan berkata,’Perkataan ini adalah pendapat para sahabat kami dan dengannya berpendapatlah Asy’ariyah.’ Beliau tidak pernah menggolongkan Asy’ariyah ke dalam pengikut Syafi’i. Hal itu dikarenakan benci kepada ushul fiqh mereka. Bagaimana pula si­kap mereka terhadap ajaran mer­eka?!” (Tis’iniya, Ibnu Taimiyah, 238-239)

3. Ulama Hanafiyah
Sebagaimana diketahui bahwa penulis kitab Thahawiyah, Imam Thahawi dan pensyarahnya yaitu Ibnu Abil ‘Izz al-Hanafi, keduanya penganut madzhab Hanafi. Apalagi Imam Thahawi semasa pula dengan al-Asy’ari. Beliau menulis kitab tersebut untuk menerangkan aqidah Imam Abu Hanifah. Mereka menukilkan dari Imam Abu Hanifah bahwa beliau tegas-tegas menyatakan bahwa seseorang yang berkata Alloh tidak di atas ‘Arsy atau mengambil sikap diam tentang itu, maka dia kafir. Lantaran itulah Abu Yusuf, murid Imam Abu Hanifah, telah mengkafirkan Bisyr al-Mirrisy -tokoh ajaran Mu’tazilah-. Sebagaima­na diketahui pula, Asy’ariyah mengingkari bahwa Alloh ‘Azza wa Jalla di atas ‘arsy dan bahwasanya pokok pemahaman Asy’ariyah diambil dari Bisyr al-Mirrisy.

4. Ulama Hanabilah
Tidak ada yang tidak mengetahui sikap ulama Hanabilah terhadap madzhab Asy’ariyah semenjak Imam Ahmad membid’ahkan Ibnu Kullab sebagai pendiri yang sebenarnya mad­zhab Asy’ariyah. Semenjak itu pula, antara Hanabilah den­gan madzhab Asy’ariyah se­lalu dalam peperangan yang berkepanjangan.
Demikianlah nukilan singkat pendapat ulama empat mad­zhab terhadap Asy’ariyah. Terlebih lagi, jika diperdengarkan nukilan dari ulama jarh wa ta’dil dari kalangan ulama hadits tentang madzhab Asy’ariyah, tentu akan lebih keras dan tegas lagi. Sebagaimana diketahui, mad­zhab Asy’ariyah secara umum menolak hadits ahad, dan hadits-hadits di Shahihain -kata mereka- sebagiannya dipalsukan oleh orang-orang zindiq dan seterusnya dari bencana pemahaman rusak mereka.

kenshiela ida said...

Kenyataan yang Tidak Bisa Dipungkiri
Di sini tersebutlah sebuah kenyataan, sehingga yang memungkirinya sama artinya dia memungkiri adanya matahari di siang belong. Yaitu pengakuan kembali, kebingungan, dan taubat ulama-ulama besar Asy’ariyah dari pemahaman dan aqidah yang selama ini mereka bela. Di antara mereka: Abul Hasan al-Asy’ari sebagai pendiri madzhab, al-Juwaini, al-Ghazali, asy-Syihristani, dan Fakhrur Razi. Jika mereka memang berada di atas aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ ah, maka dari apakah mereka bertaubat?! Dan dari aqidah manakah mer­eka kembali?!

Dari pembahasan singkat ini dapat kita pahami, dakwaan Asy’ariyah bahwa mereka adalah Ahlus Sunnah merupakan dakwaan tanpa bukti. Akan tetapi bukan berarti pula mere­ka keluar dari Islam. Yang pasti, mereka adalah salah satu dari sekian banyak kelompok yang disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  tidak selamat dengan aqidah dan pema­haman mereka.

Dengan demikan, semakin nyata bagi kita semua bahwa jalan kebenaran dan keselamatan adalah jalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  den­gan pemahaman para salafush shalih.
Seluruh kebaikan dengan mengikuti Salaf (yang terdahulu)
Dan semua keburukan pada bid’ah orang khalaf (yang datang kemudian).

Kalo saudara mengaku untuk masalah2 syar'i lebih ke 4 madzhab, mengapa saudaraku berselisih dengan mereka (khususnya yg kita bahas ttg pendapat terhadap kalangan Asy'ari)??????....

kenshiela ida said...

Siapa saja yang ingin mendapatkan penje­lasan lebih mendalam, silakan membaca kitab-kitab bantahan ulama salaf terhadap Asy’ariyah, terutama kitab-kitab Syaikhul Islam dan murid beliau, Ibnul Qayyimrahimahumallah.

Akan tetapi, benarkah dakwaan Asy’ariyah bahwa pemahaman mereka adalah pemahaman para sahabat dan aqidah mereka adalah aqidah imam yang empat (spt yg sudah sy share di atas)?

Di atas perapian, akan kita lihat siapa yang emas dan siapa yang loyang, di pintalan akan ketahuan mana yang sutera dan mana yang benang!

Kenyataannya bahwa secara garis besar, ada empat belas pokok pemahaman Asy’ariyah yang bertentangan dengan pemaha­man Ahlus Sunnah. Di antaranya:

(1) mashdar  talaqqi,
(2) sifat  wujud Alloh Subhanahu wa Ta’ala,
(3) tauhid,
(4) iman,
(5) al-Qurvan,
(6) qadar,
(7) sebab dan musabab,
(8) kenabian,
(9) tahsin dan taqbih,
(10) takwil,
(11) hikmah/illah,
(12) sam’iyat/nash,
(13) takfir,
(14) asma’ dan sifat.

Kiral Moerad said...

he he banyak sekali...oke tadi sudah asyairah....
sekarang nunggu penjelasan kesesatan kelompok matturidiah, imam 4 mazahab, trus diindonesia kelompok NU, muhammadiah.....*sambil siul2

semakin terang saja :D

kenshiela ida said...

Saudaraku, silakan mencari sendiri 1 (satu) golongan diantara 73 golongan yg Nabi SAW telah gambarkan..dimana ya hanya 1 golongan yg lurus itulah yg dijamin dakholal jannah.
Dan itu hny bisa kita dapatkan dengan menuntut ilmu syar'i, bukan dari berdebat.. apalagi dipahami dengan setengah2...(krn yg setengah sambil bersiul...dimana siul kata Rasulullah adalah yg paling disukai syaithan)

Dari Abud Darda` radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menempuh suatu jalan yang padanya dia mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan dia menempuh jalan dari jalan-jalan (menuju) jannah..”

Ingatlah saudaraku, kita kelak menghadap Alloh ta'ala nafsi-nafsi...dan pada saat itulah kita baru sadar bahwa kita termasuk orang-orang yg beruntung karena mendapatkan safaat Nabi SAW dan surga ataukah kita termasuk golongan orang-orang yg sesat yg menjadi ahli naar..

Alangkah ruginya kita nanti di hadapan Alloh Ta'ala seandainya semua yg kita fahami tentang agama kita ini adalah pemahaman yg salah dan menyesatkan dari jalan lurus...

Dari Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan kepadanya, niscaya Allah akan pahamkan dia tentang agama(nya)." (Muttafaqun 'alaih)

“Allohuma inni as'alukal huda wa sadaad...Ya Alloh, berikanlah kepadaku petunjuk dan kelurusan..”
Engkau telah mewajibkan kepada hamba-Mu untuk menuntut ilmu, maka ringankan hati kami dan kaki kami untuk berjalan menuju majlis-majlis ilmu ya Alloh...

Ya Alloh hamba telah menyampikan yg dari Rasul-Mu...maka saksikanlah..

Kiral Moerad said...

terimakasih juga :D
he he beararti anda tidak bisa menjelaskan kesesatan kelompok yang saya telah sebutkan diatas :D ok tak apa,,,jadi semakin jelas lagi...

siul2....anda kira saya beneran bersiul kala itu,,,he he itu hanya semacam kata kiasan,,.ayo lah jangan terlalu textual :D tidak selama atas dikatakan langit,,,dan bawah dikatakan dasar laut....atau tidak selamanya tangan dikatakan tangan, kaki adalah kaki, wajah adalah wajah...... D:
ya saya juga sedang belajar,,,jika anda menganggap saya setengah2 ....hmmm karna memang kita tidak tatap muka dan langsung berkata2...jadi wajar saling tebak tunjuk gitu :D tapi tak apa,,,saya juga minta maaf...kebenaran hanya milik allah, yakin benar itu harus,,,,anda yakin benar silahkan, semoga kita di arahkan ke jalan yang benar benar lurus...aamiin

thanks udah mampir....

kenshiela ida said...

Amin yarobbal alamin...

kenshiela ida said...

DEngananda semakin rajin berjalan menuntut ilmu syar'i, saudaraku akan tahu sendiri bagaimana firqah2 tsb...jadi tidak akan ada gunanya penjelasan apapun. Dan mhn maaf saya gak mau terjebak dalam debat2 yg seharusnya kita sngt berhati2. Saya hanya menyampaikan dengan dasar2 yg jelas... dan bagi saya semakin jelas juga sekarang...dan semakin jelas lagi, bhw sebenarnya seberapa dalam pemahaman agama saya dibanding dengan anda..trimakasih atas semua tanggapannya..

Kiral Moerad said...

ya ya.....pemahaman agama anda memang luar biasa :D (i know u want me to say that)

*note
bagi temen2 yang kebetulan membaca postingan ini,,,selalu hati2 dengan golongan orang2 yang selalu menganggap diri paling benar, merasa paling lurus, gemar menyesatkan jumhur ulama,,,ini telah jauh hari diperingatkan oleh Baginda nabi...semoga kita dijauhkan dari orang ini,,,,ya memang seperti yang dikatakan baginda nabi shalat kita tidak ada apa2nya dibandingkan shalat mereka, begitu juga bacaan alquran kita dibanding mereka, tapi sayang itu semua hanya tidak melewati tenggorokan mereka....nauzubillah

kenshiela ida said...

Terimakasih atas tanggapannya...
Sekali lagi kami tahu hukum mengkafirkan orang lain...semua harus berdasarkan hukum syara' dan kami tidak akan mengkafirkan jika tidak alasan syar'iyahnya.. Sungguh besar tanggungjawab dihadapan Alloh jika kita mengkafirkan tidak sesuai dengan keadaannya. Dan kemaren sdh ada ulasan mengenai itu semua yg sy share buat temen2,,lengkap dan amat sangat jelas.

Jadi bagi saya sekarang, semakin jelas saja bhw anda mengenggap golongan anda adalah yg paling benar, tanpa mengembalikan lagi ke nash Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai peringatan Alloh SWT dan Rasulullah. Jadi anda juga tidak patuh dengan peringatan ini..

Ya alloh, cukup Engkau yg tahu, kami telah menyampaikan apa yg dari Rasul-Mu..dan hindarkan kami semua dari mengambil agama-Mu dari orang yg salah..

kenshiela ida said...

Ya Alloh, jadikan kami termasuk orang2 yg ghuroba' (terasing) yg Rasul-Mu telah mengabarkan dengan kabar gembira bagi orang2 yg terasing yg nota bene sangat sedikit jumlahnya kata Nabi-Mu.

Biarlah kami memegang sunnah Rasul-Mu dengan gigi geraham kami
Biarlah kami memegang teguh sunnah Rasul-Mu meskipun bagaikan menggenggam bara, kata Nabi-Mu..

Jadikan kami orang-orang yg sabar dalam menetapi kebenaran, dan berdakwah dijalanMu, dan jangan Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau berikan petunjuk..Amin...

kenshiela ida said...

 
قال الفضيل ابن عياض رحمه الله: " عليك بطريق الهدى وإن قل السالكون، واجتنب طريق الردى وإن كثر الهالكون ".
 
Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata: “Wajib atas kalian untuk mengikuti jalan petunjuk (kebenaran) meskipun sedikit orang yang menempuhnya, dan jauhilah jalan kesesatan, meskipun banyak orang-orang yang binasa.” (Atsar ini disebutkan Oleh imam Asy-Syathibi di dalam kitab Al-I'tishoom I/183, An-Nawawi di dalam Al-Majmu' VIII/275, dan di dalam Al-Idhooh Hal.219, dan As-Suyuthi di dalam Al-Amru bil Ittiba' wa An-Nahyu 'An Al-Ibtida' Hal. 152)

 » Atsar yg mulia ini menunjukkan kpd kita bahwa para pengikut kebenaran itu sangat sedikit. Sedangkan para pengikut kesesatan dan kekufuran itu jauh lebih banyak. 
 Oleh karenanya, kita wajib bersabar dan tegar dalam menghadapi berbagai celaan dan gangguan dari orang-orang yg menentang dan menyelisihi kita dalam masalah aqidah, manhaj, dan tata cara ibadah yg sesuai dengan sunnah (tuntunan) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
 » Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika ditanya oleh sebagian sahabat; "Siapakah Al-Ghuroba' (yakni orang-orang asing yg dijanjikan akan masuk Surga) itu?
"Beliau jawab: "Mereka adalah orang-orang SHOLIH yg SEDIKIT jumlahnya berada di tengah manusia yg banyak. Orang-orang yg menentang mereka jauh lebih banyak daripada orang yg mentaati (dan mengikuti) mereka."


Imam Muhammad bin Husain Al Ajurri rahimahullahu berkata:
"Bagi orang yang melihat kepada seorang khowarij..yang membangkang kepada penguasa, baik penguasa yang adil ataupun zolim..ia mengumpulkan masa dan mengangkat senjata kepada penguasa..
tidak layak baginya untuk tertipu dengan hafalan qur'annya..panjang sholatnya..hebat puasanya..
banyak ilmunya..bila pemikirannya pemikiran khowarij..
(Asy Syari'ah hal 38).

Terkadang..
Kita sering tertipu oleh penampilan..Kelihaian ucapan dan kefasihan..Ketawadlu'an dan kekhusyu'an..
Namun kita tidak melihat bagaimana keyakinannya..Apalah guna penampilan..Bila aqidahnya tersesat jalan..
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ketika mengabarkan sifat khowarij..

Beliau Nabi SAW bersabda, "Kamu akan menganggap remeh sholatmu dibandingkan dengan sholat mereka..
Puasamu dibandingkan dengan puasa mereka..
Namun beliau menyatakan bahwa mereka melesat dari islam..
Seperti busur panah yang melesat dari buruannya..
Maka..
Waspadalah saudaraku..
Jangan anda tertipu..
Barakallahu fiikum..

Ya Allah jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang mendapat Taufiq dan Pertolongan-Mu untuk senantiasa mengikuti jalan KEBENARAN. Dan jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang binasa yang mengikuti jejak jalannya orang-orang kafir, musyrik, dan orang-orang sesat dengan anugerah dan kemuliaan-Mu. 

kenshiela ida said...

Siapapun tidak akan berani mengatakan bahwa orang yg pemahamnnya didasarkan pada pemahaman salafusholeh adalah seperti kaum kawarij yg digambarkan Rasulullah.. pemahaman para saahabat yg nabi sendiri mengatakan sebagai generasi terbaik beliau. Dan kami tahu bagaimana kawarij dan apa yg menyebabkan mereka adalah ahli naaar..

Bagaimana mungkin kami dengan sadar lantas mengikuti mereka? naudzubillah..!!!

kenshiela ida said...

Postingan saya yg terakhir untuk yg masalah ini...bahwa dari awal saya tidak ada niat berdebat apalagi memusuhi anda.. Semoga anda juga dijauhkan dari perbuatan itu, krn sy tidak tahu isi hati anda sebenarnya..

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
((تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ كُلَّ يَوْمِ اثْنَيْنِ وَخَمِيسٍ , فَيَغْفِرُ اللَّهُ – جَلَّ وَعَلَا – لِكُلِّ عبدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا؛ إِلَّا رَجُلًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ , فَيُقَالُ: أَنْظِروا هَذَيْنِ حتى يصطلحا , أنظروا هذين حتى يصطلحا))
“Pintu-pintu surga dibuka setiap hari senin dan kamis, maka diampunilah seluruh hamba yang tidak berbuat kesyirikan sama sekali. Kecuali seseorang yang ada permusuhan dengan saudaranya, maka dikatakan : Tangguhkanlah (ampunan bagi) kedua orang ini, tundalah (ampunan bagi) kedua orang ini hingga mereka berdua berdamai”
(HR Muslim)

Untuk itu, klo ada kata2 yg tidak berkenan saya pribadi minta maaf. saya hanya berusaha menyampaikan risalah yg dari Rasul SAW dengan semua dasar2 yg amat sangat jelas.

Kewajiban berdakwah tidak hanya ada pada pundak Nabi dan Rasul, dan kerjaan para Da'i..Namun kita juga berkewajiban berdakwah, menyampaikan yg dari Rasul SAW walaupun hanya 1 ayat.

SEmoga temen2 yg mengikuti postingan ini, akan banayk mendapatkan tambahan ilmu, sehingga akan menuntun kita ke jalan yg lurus yg telah digambarkan oleh nabi kita Muhammad SAW. Semoga kita termasuk orang2 yg lurus yg jumlahnya hanya ! diantara 72 golongan yang lain..Ingat kita menghadap Alloh swt kelak nafis-nasfi, sendiri-sendiri...

Sudah siapkah kita menjawab pertanyaan Alloh SWT kelak jika kita sudah berani melenceng dari yg lurus..yg telah diajarkan oleh Rasul kita? yg telah sempurna? Yang telah diperingatkan kepada kita untuk tidak menambah2 syari'atNya? ....

Ya Alloh, dzat yg membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami kepada agama-Mu, agama yg lurus dan istiqomah berada di atas sunnah nabi-Mu. Amin..

Kiral Moerad said...

ya ya easy easy..... :D anda bilang anda tidak ingin berdebat :D
saya hanya membela, kalo saya tidak ingin dikatakan taaqlid buta,,,sya hanya membela, dan tidak setuju terhadap pernyataan yazid jawas (yang pernyataannya anda bela) tentang firqah firqah sesat yang didalamnya disebutkan asyiariah, maaturidiah, imam 4 mazhab, ulaman NU, muhammadiah, etc
trus siapa yang melebar kiri kanan :D

saya merasa paling benar? Sebelah mana tuch? orang kayaknya pasti tahu kalo ngikutin percakapan ringan ini, siapa yang orangnya....

saya tidak mengatakan anda khawarij :D saya hanya mencoba mengingatkan diri saya, dan orang2 yang sempat baca postingan ini, untuk hati2 sama orang yang hobi menyesatkan,,,,dan ini yang disesatkan jumhur ulama :D

kalo anda bukan khawarij...jangan tersinggung lah,,,,insyaAllah semoga tidak ada permusuhan.....terima kasih juga sudah kopasin dalil, semoga bermanfaat :D

Wida Octa said...

Yang pasti ulama2 belajar agama ke peaantren buka dari perguruan tinggi atau dari baca buku..org wahabi pemikirannya modern dia berpikir dicampuradukan dengan logika..sudah ga akan pernah selesai..allah yg maha tahu hati seseorang.apa yg ditanam itu yg kita akan petik.kl memang sudah keyakinan wahabi seperti itu biarin aja.cuma allah yg bisa kasih hidayah

Wida Octa said...

Udah suruh tatap muka aja palingan debatnya pake laptop emang ada ya kiyai bahas kitab pake laptop?itu kiyai belajar agama bukan di pesantren tp di universitas..haha suruh tanya aja kl dia nyebut la ilahailallah hatinya bergetar hebat ga?kl ya saya percaya allah telah dekat dengannya..ustad wahabi jidatnya dikerok sndiri biar keliatan disebut ahli ibadah pdahal biar jidat item gitu butuh waktu yg sangat lama..haha dasar ahli riya

Anonymous said...

ya memang bener sesat sama kafir itu beda,, tapi emang ada orang yang mau ngikutin yang sesat ????
jadi apa bedanya sesat sama kafir ??? sama2 gakan ada yang mengikuti..
artinya itu buku udah bikin memecah belah persatuan...
silahkan anda rasakan gemana kalo anda dikatakan sesat dan disepakati banyak orang ??
apakah ada yang mau ikut anda ??

Anonymous said...

alhamdulillah bertambah ilmu dr penjelasan khensiela ida..syukron ya..

mischa azzahra said...

memang susah untuk menjelaskan ilmu rasa kepada wahabi, saya lebih suka ikut kepada ulama AHLI BID'AH yg sudah bertemu Nabi Muhammad Saw di dalam mimpinya, daripada mengikuti ulama yg mengaku AHLI SUNNAH tp belum pernah mimpi bertemu dgn Nabi Muhammad Saw. OK

mahrus ali said...

Lw mnurut sya sih, memahami agama itu ibarat memahami buah kelapa, ada kulit, cangkang, daging & santan kelapa. Bagi yg masih memahami kulit, mk dia akan menyalahkan orang2 yg sdah memahami cangkang bahkan bsa2 menCAPnya dg sebutan musyrik, sesat dll (karna perbedaan pemahaman di antara mereka). Begitu seterusnya.

Anonymous said...

gua baru baca tulisan kenshila ida nih, bagus tuh tapi sepertinya dia nih lebih membabi buta dalam bertaqlid terhadap pendapat ibnu taimiyah dan ibnu qoyim. gila luh yah berani mengkafirkan imam mazhab, imam asyariah dan imam maturidiah. itu mah hebat bener luh. ingat Firman Allah; 1. jangan sakiti Rasulullah dan keluarganya, 2. Keluarga Rasulullah adalah ahlul bait Nabi, 3. Ulama adalah pewaris nabi.tulisan anda dari awal sampai akhir telah menyalahkan ulama sedang ulama adalah pewaris nabi kepada mereka diberikan hikmah sehingga mengorbankan segala daya upaya untuk belajar agama dan membuat ijtihad yang sekarang tinggal kita pakai untuk dijadikan pegangan dalam beragama. Mereka Jumhur ulama telah hapal ribuan hadits bahkan jutaan hadits sehingga dalam mengambil dasar Insya Allah jauh dari kesalahan dan mendekati kebenaran.
kalau anda baru baca buku ibnu taimiyah dan ibnu qoyyim ya benarlah kata saudara yang lain bahwa anda wahabi bahkan lebih wahabi dari yang di arab saudi.
Ingat hadits Rasulullah Saudaraku ikut sunnahku dan sunnah Khulafaurrasyidin kepada mereka diberi petunjuk, ikuti ulama kepada mereka diberi pewarisan oleh Baginda Nabi Sayyidina Muhammad tolong jangan kafirkan mereka jangan katakan mereka menambah-nambah urusan agama, mereka hanya ingin memudahkan kita generasi belakangan untuk mengambil hikmah supaya jangan susah lagi dalam mencari hukum.

Anonymous said...

kenshila ida istigfar deh jangan kafirkan ulama 4 mazhab nanti dijadikan kerak api neraka loh, berani nian kamu mencap ahli hadits ahli tafsir ahli hukum sedemikian rupa demi pembelaan terhadap buku kaum wahabi

kepol said...

pertanyaan saya :
1. adakah di dalam al-qu'an disebutkan bahwa kita mesti bermanhaj salaf dulu baru masuk syurga? atau kah syurga itu dikhususkan untuk orang yang bermanhaj salaf doank?
2. seandainya ulama para zaman tabiin dan tabiut tabiin itu dianggap firqoh sesat seperti ulama asyiariah, maaturidiah dan imam 4 mazhab, apakah orang salaf bisa menjamin keberadaan mereka semua dineraka beserta pengikutnya yang dahulu?
3. bukankah rasulullah “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat) kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya (tabiu’t tabi’in)” (Hadits Bukhari & Muslim)
disebutkan bahwa generasi pertama yang terbaik adalah para sahabat, kemudian tabiin dan tabiut tabiin, kalo seandainya ulama pada zaman tabiin dan tabiut tabiin itu dianggap sesat, bagaimana tanggapan anda tentang hadits yang diatas yang mengganggap bahwa mereka merupakan generasi yang baik juga setelah generasi para sahabat?

Anonymous said...

Punya temen dikantor 2 orang wahabi...tuh anak, kayaknya baru juga ikut grombolan wahabi..busyet, gak segen2 bilang bidah sesat neraka sama temen yang melaksanakan nisfu syaban....makin sebel dah gw sama gerombolan kayak gini...blm pernah tuh liat orang wahabi yg mukenye enak diliat, aseeeemm....gak bebekas ilmunya...

Anonymous said...

Subhanallah... Ya Allah, tunjukilah kami jalan yg lurus...
Satukanlah kami dalam AgamaMu yg diajarkan Nabi2Mu dan disempurnakan oleh RasulMu, yang diteruskan oleh Ulama2Mu hingga sampai akhirnya pada Orangtua, Guru2 dan Ustadz2 kami, hingga akhirnya bisa menjadi jalan menujuMu...
Rukunkanlah kami dalam aqidah dan biarlah kami berbendera beda tapi tetapkanlah kami dalam Niatan MenujuMu Ya Allah...
Subhanallah Walhamdulillah Wa Laailahailallohu Allahu Akbar...
Laa Haula Wa Laa Quwwata Illah Billah...

wafiq said...

Tidak semua yang dipandang manusia baik itu benar di mata Allah, anda para wahabi selalu menyesatkan ini dan itu,istighfar, apakah anda tidak melihat suatu cerita yang ada di dalam al qur'an tentang nabi khidir dan nabi musa as?? Anda seenaknya mengkafirkan para ulama yg jelas2 mereka berjuang di jalan Allah, dilihat dari segi waktu juga mereka lebih dekat kepada Rasulullah daripada org wahabi yg hanya belajar ini itu,dg ilmu dangkal berani mengkafirkan ulama 4 mazhab, astaghfirullah,, jadi secara tidak langsung anda juga mengkafirkan para wali?yg menyebarkan agam islam di indonesia?? Jika anda para wahabi belum mengenal ALLAH, jangan seenaknya mengkafirkan sesama saudara muslim,apalagi para ulama, dengan dalih mengambil dari al qur'an dan hadist,, anda sudah merasa benar?dan akan masuk syurga?? Ridho Allah lebih dari segalanya, wallahualam

Kiral Moerad said...

@Wafik, terimakasih udah bantu komen di postingan ini....memang disayangkan, kita umat islam yang harusnya bersatu, malah porak poranda dari dalam karen satu dua kelompok yang tunjuk kafir sana sini.......tapi belakangan sudah kelihatan kok, kita lihat saja dimesir, saudi, uni emirat, wahabi yang ada disana(mungkin tidak semua) ternyata berskutu dengan amerika, zionis israel....sudah terang, dan benar perkataan sejarah bahwa kelompok ini mulanya adalah bentukan mereka......tapi saya tidak menampik banyak wahabi yang tidak seperti di arab atau di mesir....wallauhualam

wahid daniel said...

Pada ribut..yg 1 ngakunya bkn org fpi tp ga usah ngaku jg org udh tau anda ada dipihak mana..coba anda adil..beranikah anda kritik habib riziq di blog yg sama? bkn kah habib riziq jg manusia biasa yg jg pasti punya kesalahan? Gak mungkin anda sewot sama yazid jawas klo bkn krn anda termasuk yg disebut dlm buku yazid..klo berani bicara ilmiyah coba anda datangi yazid jawas trus ajak dia dialog..saya yakin pasti anda diterima dgn baik n dimuliakan..bahkan itu jauh lbh mulia bagi anda drpd nulis berita yg tdk obyektif di blog dunia maya.

Kiral Moerad said...

@Wahid daniel :D nama yang bagus....
saya emang tidak memihak ke Wahabi,,,apalgi yang hobi tunjuk kafir,,,apalagi wahabi yang ada di saudi dan mesir...ogah

mengenai tulisan diatas,,,,saya tidak membela habib rizik, tapi saya setuju dengan sanggahan yang diberikan untuk buku yang di buat oleh yazid jawas,,,yang mengkafirkan jumhur ulama.......degerin saja isi sanggahannya...jauh dari fitnah,, jauh dari sifat memburuk2an sesama.....

Ooo saya akan disambut dan di muliakan....ha ha maaf saya tidak tertarik

terus terang,,,saya tidak tahu, saya kelompok islam yang mana...menjadi islam sudah cukup bagi saya...tapi ketika jumhur lama dikatakan sesat,,,asyiari, matturidi,,,NU, muhammadiah (di indonesia),,,,tentu memaksa setiap orang yang islamnya benar :D

* ha ha terus kalo semuanya sesat, kafir...cuman wahabi yang islam gitu :D
saya setuju dengan ungkapan habib rizik..."wahabi itu baru kemarin muncul"...bentukan inggris lagi...

Kiral Moerad said...

#komeng yang atas,,,,,banyak kurang...tergesa2 mode ON

@Wahid daniel :D nama yang bagus....
saya emang tidak memihak ke Wahabi,,,apalgi yang hobi tunjuk kafir,,,apalagi wahabi yang ada di saudi dan mesir...ogah

mengenai tulisan diatas,,,,saya tidak membela habib rizik, tapi saya setuju dengan sanggahan yang diberikan untuk buku yang di buat oleh yazid jawas,,,yang mengkafirkan jumhur ulama.......degerin saja isi sanggahannya...jauh dari fitnah,, jauh dari sifat memburuk2an sesama.....

Ooo saya akan disambut dan di muliakan....ha ha maaf saya tidak tertarik

terus terang,,,saya tidak tahu, saya kelompok islam yang mana...menjadi islam sudah cukup bagi saya...tapi ketika jumhur ulama dikatakan sesat,,,asyiari, matturidi,,,NU, muhammadiah (di indonesia),,,,tentu memaksa setiap orang yang islamnya benar untuk berkomentar dan ikut memberikan sanggahan

* ha ha terus kalo semuanya sesat, kafir...cuman wahabi yang islam gitu :D
saya setuju dengan ungkapan habib rizik..."wahabi itu baru kemarin muncul"...*bentukan inggris lagi...(kalimat di balik tanda bintang fakta sejarah)

Sumber: http://ruangfana.blogspot.com/2013/02/habib-rizieq-vs-ustad-wahabi-yazid-jawas.html#ixzz2uaDFgvzt
Follow us: pojokmotivasi on Facebook

Anonymous said...

Assalamualaikum, setelah membaca postingan pembelaan dua kubu antara Habib Rizieq Vs Ustad Yazid Jawas, secara pribadi saya dapat menyimpulkan ke-duanya taklid karena semua membela kepentingannya masing2 sesuai dengan kadar ilmunya. Padahal para Ulama terdahulu saling mendukung dengan Ulama lainnya, tidak dengan Ulama sekarang saling menyudutkan dan berebut pengaruh, kenapa pikiran kita (umat muslim) tidak saling membantu saudara2 kita di Palestine yang memerlukan bantuan kita coba renungkan saudara2 kita malahan berpolemik yang tentunya tidak ada manfaatnya banyak dalil2 dan hujah2 sampaikan tetapi apakah anda telah melksanakan sesuai Rasullah ajarkan hati2 jangan2 anda terjebak dengan bisikan thogut terimakasih wassalamualaikum ....

Anonymous said...

Islam protesan mungkin ini yang cocok untuk faham salafy wahabi yang merupakan salah satu dari faham takfir,kenapa? karena sudah bukan rahasia umum lagi bahwa faham yang satu ini gemar memprotes amaliyah diluar fahamnya bahkan sampai berani menghukumi SESAT DAN DALAM NERAKA..seolah syurga sudah di boking oleh kalangan mereka sendiri,.
namun faham ini sangat anti jika diprotes balik .,yang sangat disayangkan adalah mereka gemar sekali mengambil ayat ayat allah untuk memvonis dan membantah amaliyah diluar fahamnya meskipun main comot hingga kesanya mereka bnar benar berhujah dengan dalil ,meskipun tidak tepat pada sasaran shingga ayat ayat yang ditujukan kepada kafir ditujukan pada umat muslim sendiri.kesimpulanya adalah mereka gemar BERBANTAH BANTAHAN DAN DEBAT KUSIR,.

Post a Comment